Selasa, 24 Mei 2011

Kelanjutan Normalisasi sungai Dumai Telan Rp200 Juta

Foto: Sungai Dumai
DUMAI (KRIMINAL) - Pemerintah Kota Dumai mengalokasikan dana sebesar lebih kurang 200 juta dari APBD 2011 untuk pelaksanaan normalisasi saluran sungai di wilayah Kelurahan Mekar Sari , Kecamatan Dumai barat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai Zulkifli Said, Melalui Kabid Sumber Daya Air Wan Ramly, kepada Kriminal diruang kejanya, mengatakan mengatakan dana itu guna melanjutkan normalisasi Sungai Dumai berupa pembuatan parit dan galian di kelurahan Mekar Sari , Kecamatan Dumai barat bahwa pekerjaan tersebut ditenderkan dengan pagu anggaran sebesar Rp 201.250.000, yang merupakan satu-satunya pekerjaan dibidang Sumber daya air untuk tahun 2011 ini.

"Wilayah itu selalu tergenang banjir karena diakibatkan belum adanya aliran drainase atau parit ," ujarnya, kemarin.

Wan Ramli juga menjelaskan proyek itu merupakan lanjutan dari normalisasi Sungai Dumai serta salah satu gebrakan awal dalam membebaskan dari kondisi banjir akibat curahan hujan dan penyempitan sungai serta pendangkalan.

kasi SDA ini memaparkan alokasi dana proyek itu sudah dianggarkan dalam APBD Kota Dumai tahun 2011 dan bakal dilakukan petenderan terbuka, biar dalam pelaksanaanya siapa saja bis amengikutinya dan bakal mendapat pengawasan ekstra ketat olah warga dan intansi terkait serta bisa di selesaikan pada akhir tahun ini.(egy)

Pupuk Bersubsidi Ngilang, Petani Bukit Kapur Menjerit

foto: pupuk Bersubsidi Pemerintah
DUMAI (VOKAL) - Meski Pemerintah Kota Dumai telah menunjuk distributor pupuk bersubsidi, tapi hilang di pasaran. Sejumlah kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Bukit Kapur mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Terpaksa mereka membeli pupuk non-subsidi yang harganya dua kali lipat dari harga pupuk bersubsidi.

“Pupuk subsisdi sejak dua bulan ini hilang di pasaran. Padahal Pemerintah Kota Dumai sudah menunjukan distributor buat disalurkan ke sejumlah kelompok tani, kenyataan sudah hilang di pasaran,” keluh Santoni, Salah satu Petani pelawija,Senin (24/5) kemarin.

Kepala Distanbunhut melalui Kasipertanian ir syafaruddin kepada wartawan beberapa waktu lalu, mengungkapkan, pupuk bersubsidi selalu diturunkan tepat waktu kepada para distributor.”Distributor itu yang mendistribusikan pupuk subsidi kepada puluhan kelompok tani ,” katanya. Dia tak percaya. Hilangnya pupuk bersubsidi di pasaran dan minta petani mengecek lagsung distributor yang telah ditunjuk oleh pemko.“Kata siapa pupuk subsidi langka, Cek ke KUD, jika tidak ada pasti saya tindak distributor itu,” katanya.

Dikatakanya, pendistribusian pupuk bersubsidi disesuaikan dengan kebutuhan petani. Seperti luas lahan garapan . Untuk tahun ini, pihaknya telah memberikan pupuk subsidi kepada distributor, hanya saja jumlahnya menurun dari jumlah tahun 2010 hingga 50 persen. dan data saat ini sedang direkap, jelasnya.Soal harga pupuk melambung, dia menjelaskan akan penyesuaian dengan harga eceran tertinggi (HET) sebelumnya.(egy)

Puskesmas Bumi Ayu Tanggani Napi Rutan Dumai

Foto: Rutan kls II kota Dumai
>> Penyakit Kuli Yang Kronis
DUMAI (KRIMINAL) - Pemberitaan yang Beredar Dalam Beberapa Hari yang lalu,Menyebutkan Wawako kurang perhatian terhadap Penghuni Rutan Dumai (Napi) yang terserang penyakit kulit Kronis,Namun Wawako Agus Widayat,berkomentar kepada wartawan Selasa (24\4) mengatakan"itu semua ada yang menaganinya tak mungkin saya"ujar Sembari sambil terseyum"

"Masih Katanya" Nanti yang menangani Pesakit Rutan Dumai Puskesmas Bumi Ayu,sudah kita tunjuk,namun hal yang lain seperti Proposal yang diajukan KA Rutan Dumai Maizar,kemarin sudah kita tangapi namun dana Taktis sekarang Tidak ada,namun kita terus berupaya untuk membantu Rutan Dumai" imbuhnya".

Adanya penderita penyakit kulit yang mengakibatkan sebagian penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II kota Dumai, mengindap penyakit kulit, yang tergolong penyakit mudah menular.

Hal ini membuat KA Rutan Dumai Angkat Bicara Kepada wartawan beberapa Hari yang lalu Hampir Semua para Napi yang berada di rutan kota Dumai yang jumlah nya sekarang sudah mencapai 437 orang terancam tertular penyakit kulit yang di derita sebagian kecil napi di Rutan Dumai saat ini.Kata nya"

Namun jika hal ini tidak segera di tanggulangi maka sekian banyak nya penghuni rutan akan terjangkit penyekit gatal-gatal tersebut.


Menanggapi hal itu KA Rutan Dumai Maizar, mengaku telah mengajukan proposal untuk mengadakan Air bersih dengan cara pembuatan sumur bor,guna memfasilitasi para napi dengan air yang bersih. dan proposal tersebut telah di tembuskan ke Kementrian Wilayah Hukum dan Ham,serta ke Wali kota Dumai melalui Wakil Walikota Dumai, Dr H agus Widayat.

Maizar mengharapkan dengan di ajukannya proposal melalui Wakil Walikota selaku pemerintah yang bergelar Dokter dan di nilai lebih mengetahui permasalahan penyakit yang sedang di khawatirkan oleh para penghuni Rutan.
“saya telah mengajukan proposal kepada Kanwil dan juga kepada pemerintah kota Dumai melalui Wakil Walikota Dr H Agus Widayat,sejak desember lalu.

Namun, pihak pemerintah beralasan karena belum di sah APBD untuk kota Dumai, dengan harapan selaku pemerintah yang bergelar Dokter dapat lebih mengetahui permasalahan penyakit yang sangat di khawatir kan oleh para napi di rutan ini. Karena, walau bagai mana pun mereka juga manusia dan harus di perlakukan selayaknya manusia.”

Selain itu, kata Maizar, dengan jumlah napi yang ada di rutan saat sekarang ini sebanyak 437 napi dengan kapasitas bangunan hanya untuk 132 orang mengakibatkan para napi sangat rentan tertular penyakit gatal-gatal tersebut.”katanya.
Maka dari itu saya berharap agar pihak pemerintahan serta pihak kementrian kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi manusia, agar segera dapat mewujudkan air bersih di rutan kota DUmai ini sebelum terjadi lebih banyak korban serta terjadi hal yang tidak di dingin kan,”harapnya.(egy)

Senin, 23 Mei 2011

Kepala Disnaker Minta Siswa Untuk Ikut Berbagai Pelatihan

Foto: Pelatihan Keterampilan Siswa
Pelatihan Untuk Bekal Tamat Nantinya
DUMAI (VOKAL ) – kepala dinas Kesehatan kota Dumai, Syamsul Bahri, kepada Vokal senin (23/5) menuturkan bahwa kami sangat mengkhawatirkan hal di saat pasca UN nilai lapangan kerja yang minim sehingga mengakibatkan siswa yang tidak melanjutkan ke jingjang perguruan tinggai terancam akan menganggur.

Karena minim nya lapangan pekerjaan dan setiap siswa tersebut belum tentu tamat dari sekolah itu bisa memenuhi syarat untuk berkerja,karena kelayakan bekerjanya sangat di pertanyakan,”ujarnya.

Dan untuk meminimalisir agar pelajar usai UN tidak malah menjadi pengangguran para setiap siswa diminta untuk mengikuti pelatihan berbagai kesenian baik itu bahasa, keterampilan maupun pekerjaan dan hal itu sebaiknya dilakukan saat masih sekolah agar tamat dari sekolah setiap siswa sudah mempunyai skill dan kepandaian masing-masing.”himbaunya.

Serta selain meminimalisir pengangguran kata Syamsul, pelatihan itu juga bisa di jadikan bekal untuk seumur hidup bahkan jika sudah berkeluarga nanti,”terangnya.(egy)

Pendataan Pengangguran 2011 ini Akan Melalui Kelurahan

Foto:Volume Pengangguran Setiap tahun
Kelurahan di setiap kecamatan di kota Dumai
DUMAI (VOKAL) – banyak nya jumlah pengangguran di tiap tahunnya di nilai akan bertambah, maka dinas tenaga kerja akan mengusulkan perencanaan untuk 2011 pendataan pengangguran di lakukan melalui setiap kecamatan.

Data yang di kumpul kan bukan hanya oleh puhak kecamatan, dalam hal ini pihak kelurahan dan Rukun Tetangga (RT) juga di minta untuk membantu Kelurahan dan pihak kelurahan akan menyetorkan pendataan tersebut kepada kecamatan dan baru akan di terima oleh Disnaker.

Syamsul Bahri kepada Vokal Senin (23/5) mengatakan,” kami akan merencanakan pendataan melalui kecamatan dan kelurahan serta RT juga di minta ambil andil agar kita pihak pemerintahan dapat menemukan jumlah yang falid,”ujarnya.

Selain itu kata Syamsul, setelah mendapatkan jumlah yang falid barulah kita dapat menyediakan serta menghimbau bagi warga yang tidak mau untuk mengikuti pelatihan agar menjadi bekal di saat tamat sekolah nanti(egy)

Siswa Yang Baru Tamat Di Minta Untuk Kreatif

foto: para Mahasiswa Beramai-ramai Memburu Pekerjaan
Pasca UN Dinilai Bisa Menyumbang Angka Pengangguran
DUMAI (VOKAL) – Pasca Ujian Nasional SMA dan SMK se Indonesia beberapa waktu lalu di khawatir kan para siswa yang baru lulus di nilai akan menambah angka pengangguran bagi yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Oleh karena itu para siswa diminta untuk mau berkreasi dan kreatif agar tidak hanya bergantung dari pekerjaan yang formal saja dan hendaknya mau berkerja yang non formal atau mau menciptakan lapangan kerja sendiri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Syamsul Bahri, kepada Vokal senin (23/5) mengatakan,”saya sangat mengharapkan kepada siswa yang telah lulus UN dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi agar tidak memilih – milih untuk berkerja baik itu formal maupun non formal, yang harus di utamakan adalah pengalaman bagi yang muda,”ujarnya.

Menurut yang terdata di Disnaker Dumai pada tahun 2010 saja jumlah pengangguran sebanyak 4600 orang dan itu termasuk semua umur,dan yang terdata saja,”tambahnya.

Data tersebut di peroleh dari pendataan yang di terima Disnaker dari setiap kecamatan.(egy)

Sat Narkoba Polres Dumai Lakukan 5 Kali Tangkapan Dibulan Mei

Foto: Kantor Polres Kota Dumai Riau
Keseluruhan Tangkapan Bersama Barang Bukti
DUMAI (VOKAL) – Dalam kurun waktu masih kurang dari sebulan pihak kepolisian polres Dumai telah berhasil melakukan penangkapan Narkoba oleh sat Narkoba Polres Dumai, yang mana keseluruhan tangkapan berhasil di aman kan beserta Barang Bukti (BB) Tersangka.

Menurut Data Yang di terima dari kepolisian Polres Dumai tercatat,lima kali penangkapan narkoba dalam kurun waktu satu bulan ini kususnya di bulan mei, selain itu masyarakat di minta untuk mau berkerja sama dalam memberantas peredaran narkoba terutama di lingkungan masyarakat itu sendiri.

Tangkapan tersebut di lakukan pada tanggal Rabu (4/5), saja di lakukan dua kali penangkapan terhadap tersangka tersangka Fadli alias Untung (27), dengan BB tiga bungkuas Bungkusan kecil yang berisi daun kering yanmg di duga ganja di dalam bungkusan koran, pada jam 21.00 WIB, selain itu juga di lakukan penangkapan di hari yang sama sejam setelah penangkapan petama yakni sekira pukul 22.00 WIB, dengan tersangka, Hendri Alias Awi (44) bersama BB satu bungkus yang di duga narkoba yang di bungkus tanaman dan di bungkus dengan koran,dan lima paket yang di duga narkoba dalam bentuk tanaman.

Selain itu terjadi penangkapan dua kali pada senin (9/5) sekira pukul 19.00 WIB, dengan tersangka Andri Buana (29), nersama bb satu paket kecil di duga narkotika dalam bentuk sabu,dan penaangkapan terhadap tersangka Angga Erka Senda (34) bersama BB satu paket kecil narkotika berbentuk Ganja.

Dan penangkapan pada Rabu (18/5) Pihak Sat Narkoba Polres Dumai berhasil mengrebek lima orang pemuda yang sedang pesta sabu di rumah milik salah satu temannya bersamanya berhasil di amankan satu paket kecil di duga sabu.dan barang mereka lainnya.

Sementara itu kapolres Dumai, AKBP, Rudi Abdi Kasenda, Melalui Kasubag Humas ,AKP, Suwarji AK, kepada Vokal senin (23/5) Mengatakan” keberhasilan sat Narkoba ini patut di ancungi jempol dan ini salah satu upaya kita untuk meyakin kan ke masyarakat agar mau berkerja sama dengan pihak kepolisian terutama untuk memberantas peredaran narkoba terutama di lingkungan masyarakat.”pintanya.(egy)