DUMAI (VOKAL) – Guna menyambut Bulan suci Ramadhan 1432 Hijriyah, pihak kepolisian Resort Dumai (polres) razia pasangan mesum di hotel-hotel yang dilakukan pada pukul 23.00 tepatnya di Hotel Horizone jalan Tegalega Dumai.
Mereka yang ditemukan di Hotel yang lagi asyik karaoke tak berkutik saat petugas sedang melakukan razia. Mereka disarankan segera menunjukkan identitas diri.
Akhirnya pihak kepolisian yang melakukan razia gabungan bersama pihak Sat narkoba mengamankan tiga tersangka yang di duga telah menggunakan barang terlarang sejenis narkotika, mereka pun dibawa ke mapolres untuk dilakukan pendataan. Selain ketiga orang tersebut, polisi tidak mendapatkan tersangka lain.
Dari pengamatan Vokal sabtu (16/7) sekira pukul 23.00 WIB satu persatu kamar hotel dicek petugas. Hasilnya, petugas tak menemukan tersangka baik pasangan yang melakukan mesum di tempat tersebut, diduga razia tersebut telah bocor dan petugas hanya bisa mengamankan tiga tersangka yang diduga mengkonsumsi narkoba.
Menurut Kasat reskrim AKP Devi Firmansyah yang langsung terjun kelokasi tempat razia menuturkan, seluruh pasangan yang tertangkap akan dibawa ke Polres guna pendataan. Dari pendataan ke 3 lelaki yang di amankan itu, lanjut Devi, petugas menemukan bukti yang mengarah ke pengkonsumsian narkoba.
"Mereka di aman kan oleh sat narkoba langsung saja konfirmasi ke kasat narkobanya, kalau tim saya kosong tidak berhasil mengamankan siapapun, semua kita suruh membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Razia ini akan terus kita lakukan guna memberantas penyakit masyarakat menjelang ramadhan," ujar Devi.
Selain itu razia dibeberapa lokalisasi tersebut kata Devi dilaksanakan untuk membersihkan kota Dumai dari tempat maksiat dan hal yang dapat mengganggu ummat muslim untuk beribadah.
"Kami sengaja menggelar razia ini. Tujuannya tidak lain untuk menciptakan kondisi yang aman tertib, dan tentram di saat bulan suci Ramadan ini. Sekaligus untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah Ramadan," tandasnya.(egy)
Berita Kriminal,di rangkum oleh seorang wartawan yang tengah bekerja di salah satu media di kota Dumai,Vokal salah satu media di Riau Yang Tengah di minati oleh masyarakat kota,hingga saat ini penulis masih berakar di media Vokal Tersebut.
Minggu, 17 Juli 2011
Parkir Berantakan Ganggu Lalu Lintas
DUMAI (VOKAL) - Tidak teraturnya tempat parkir kendaraan roda empat dan roda dua di sepanjang Jalan Raya Kota Dumai, membuat arus lalu lintas mengalami sedikit terganggu. Bila tidak diatur sedemikian rupa, ditakutkan akan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas (Laka lantas).
Tidak teraturnya, kendaraan yang parkir ini bisa kita lihat di beberapa jalan raya. Seperti di jalan Sultan Hasanuddin, Sudirman dan SS Kasim. Sementara itu, macetnya ruas jalan disetiap jalan, bukan hanya parkir yang tidak teratur, tapi juga diakibatkan kecilnya ruas jalan.
Pantauan Vokal, minggu (17/7), di lapangan tidak tertib dan teraturnya parkir kendaraan ini bisa kita lihat di Jalan Sudirman, depan Pasar Senggol. Dimana di area parkir ini, roda dua yang terparkir hingga berlapis dan membuat ruas jalan sempit.
Namun menariknya, parkir yang tidak pada tempatnya juga tampak di depan kantor Polres Dumai. Dimana parkir di Kantor orang yang tahu hukum ini amburadur dan tidak tertib.
Harusnya, depan Kantor Polres ini, seharusnya tidak boleh diparkirkan kendaraan, baik roda dua, maupun roda empat. Pasalnya, dengan keberadaan kantor yang berada di persimpangan, harusnya kendaraan tidak diperbolehkan parkir sekitar 50 meter kedepannya.
Karena bila diperbolehkan, akan menganggu kelancaran arus lalin. Bahkan kemungkinan buruknya adalah akan terjadi kecelakaan. Tidak hanya di depan kantor Polres saja, parkir amburadur dan sering membuat kemacetan juga terjadi di depan Toko Besta Jaya.
Di depan super market ini, hampir setiap malamnya terjadi kemacetan. Karena tidak teraturnya kendaraan yang parkir. Banyaknya parkir yang tidak tertib ini, dikeluhkan oleh warga yang melintasi jalan tersebut.
"Harusnya tiap persimpangan itu, tidak dibolehkan kendaraan berhenti. Apalagi sampai parkir di sekitar tempat itu. Karena hal itu bisa membuat macet arus lalu lintas saja," ujar, Adi, salah seorang warga Kota Dumai, yang sedang melintasi jalan Sudirman, kepada Vokal, minggu (17/7) siang.
Sementara itu, terkait amburadur dan tidak tertibnya parkir kendaraan di beberapa tempat di Kota Dumai, pihak terkait belum bisa dikonfirmasi di karenakan hari minggu seluruh instansi terkait sedang berlibur.(egy)
Tidak teraturnya, kendaraan yang parkir ini bisa kita lihat di beberapa jalan raya. Seperti di jalan Sultan Hasanuddin, Sudirman dan SS Kasim. Sementara itu, macetnya ruas jalan disetiap jalan, bukan hanya parkir yang tidak teratur, tapi juga diakibatkan kecilnya ruas jalan.
Pantauan Vokal, minggu (17/7), di lapangan tidak tertib dan teraturnya parkir kendaraan ini bisa kita lihat di Jalan Sudirman, depan Pasar Senggol. Dimana di area parkir ini, roda dua yang terparkir hingga berlapis dan membuat ruas jalan sempit.
Namun menariknya, parkir yang tidak pada tempatnya juga tampak di depan kantor Polres Dumai. Dimana parkir di Kantor orang yang tahu hukum ini amburadur dan tidak tertib.
Harusnya, depan Kantor Polres ini, seharusnya tidak boleh diparkirkan kendaraan, baik roda dua, maupun roda empat. Pasalnya, dengan keberadaan kantor yang berada di persimpangan, harusnya kendaraan tidak diperbolehkan parkir sekitar 50 meter kedepannya.
Karena bila diperbolehkan, akan menganggu kelancaran arus lalin. Bahkan kemungkinan buruknya adalah akan terjadi kecelakaan. Tidak hanya di depan kantor Polres saja, parkir amburadur dan sering membuat kemacetan juga terjadi di depan Toko Besta Jaya.
Di depan super market ini, hampir setiap malamnya terjadi kemacetan. Karena tidak teraturnya kendaraan yang parkir. Banyaknya parkir yang tidak tertib ini, dikeluhkan oleh warga yang melintasi jalan tersebut.
"Harusnya tiap persimpangan itu, tidak dibolehkan kendaraan berhenti. Apalagi sampai parkir di sekitar tempat itu. Karena hal itu bisa membuat macet arus lalu lintas saja," ujar, Adi, salah seorang warga Kota Dumai, yang sedang melintasi jalan Sudirman, kepada Vokal, minggu (17/7) siang.
Sementara itu, terkait amburadur dan tidak tertibnya parkir kendaraan di beberapa tempat di Kota Dumai, pihak terkait belum bisa dikonfirmasi di karenakan hari minggu seluruh instansi terkait sedang berlibur.(egy)
Jumat, 15 Juli 2011
Jelang Ramadhan Kejahatan Meningkat
>> Banyak Modus Penipuan Yang di Lakukan
DUMAI (VOKAL) –Kabag Ops Polres Dumai Hardian memprediksi tingkat kejahatan akan terus meningkat menjelang bulan Ramadhan. Untuk itulah, tentu perlu ada kewaspadaan masyarakat untuk lebih berhati hati atas barang berharga agar bisa terhindar dari para pelaku kejahatan.
“Berdasarkan hasil analisa, hampir disemua daerah jelang puasa akan terjadi tindak kriminalitas,” kata Kabag Ops Polres Dumai hardian saat ditemui Vokal diruang kerjanya, kemarin.
Menurutnya, sebagai langkah antisipasi, atas intruksi dan izin pimpinan, barang tentu polisi akan lebih meningkatkan kemanan mulai dari pencegahan, penjagaan, dan menggiatkan anggota serse.
Untuk itulah Kabag Ops pun menyarankan, bagi para pemilik toko maupun ruko untuk lebih menjaga barang berharga, bilamana ada hal hal yang mencurigakan disarankan untuk sesegera mungkin melapor ke Pos Polisi terdekat.
Selain itu salah satu pencegahan lainnya bisa dilakukan masyarakat yang membawa uang dalam jumlah yang besar , disarankan untuk meminta bantuan dari pihak kepolisian.
“Lebih baik mencegah dari pada membasmi kejahatan,” kata Kabag Ops Polres Dumai Hardian.
Disinggung maraknya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang terjadi baru ini, Sambung Hardian, tentu disini dibutuhkan kehati - hatian para pemilik kendaraan bermotor. Yang sebetulnya, Curanmor sendiri bisa dicegah sedini mungkin bilamana para pemilik kendaraan roda dua menyadari akan pentingnya menjaga barang berharga, seperti motor.
“kami sarankan juga, sebaiknya pemilik motor menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan. Dengan begitu, ruang gerak para pelaku seakan sempit, dan urung untuk melakukan kejahatan,” tandasnya.
Selain itu ,kata Hardian, kejahatan penipuan juga kerap terjadi dengan berbagai macam modus dilakukan oleh para pelakunya untuk meraup keuntungan, apalagi menjelang hari raya lebaran. Guna mengantisipasinya, masyarakat wajib senantiasa waspada apabila menerima kabar dengan dalih apapun.
Salah satu modus dilakukan pelaku yakni menghubungi calon korbannya baik melalui telepon maupun pesan singkat yang memberikan kabar duka, kecelakaan, mendapat undian hadiah tau pun kesulitan permasalahan yang dihadapi. Untuk itu, masyarakat diminta jangan terlalu mudah terpancing dengan penipuan berjenis apapun melalui telepon.
“sebagai contoh, seperti kasus yang baru saja masuk ke polres Dumai mengaku di telfon oleh oknum yang mengaku aparat kepolisian akhirnya tertipu dan uang tujuh juta beserta vocher pun raib,”tutur Hardian.
Modus penipuan ,kata Hardian, juga perlu diwaspadai adalah, penipuan yang mengatasnamakan polisi atau mencatut nama pejabat serta orang lain.
“Bagaimanapun modusnya serta alasannya, jangan langsung percaya. Cek dulu kebenarannya pada yang bersangkutan. Kalau perlu lapor ke polisi untuk meminta melakukan pengecekan,”Himbau Kabag Ops.
Dia juga meminta masyarakat selalu merasa curiga. Apalagi mereka yang keluarganya terlilit kasus hokum atau pun kesulitan.
Menurut Hardian, penipuan dengan modus seperti itu sempat memakan korban. Korban diiming-imingi perjanjian, kalau mereka memberikan sejumlah uang, keluarganya yang berada di tahanan bisa bebas atau minimal dikurangi hukumannya.
“Tak mungkin bisa seperti itu. Apapun bentuk kabar yang diterima, jangan melakukan apa-apa, cek dulu kebenarannya. Kami juga berupaya memburu para pelaku kejahatan penipuan ini, kalau ada warga yang mengalami peristiwa seperti itu jangan percaya. Sebaiknya, telusuri dulu kebenarannya, ,” ujarnya mewanti-wanti.
Bisa berkomunikasi dengan petugas polisi yang dikenalnya atau langsung melaporkan ke kepolisian terdekat. Selain modus penipuan seperti itu, Hardian juga meminta masyarakat waspada dengan penipuan jenis lain yang memanfaatkan telepon.
Misalnya, pemberitahuan menang undian atau dengan modus lainnya. Jangan percaya dengan penipuan seperti itu. Sebaiknya mulai berhati-hati dan mawas diri. Menurut Hardian, jelang Lebaran ini penipuan memang marak. Kuncinya adalah masyarakat yang waspada dan selalu berhati-hati.
Jangan lekas percaya dengan modus beranekaragam. Telusuri kebenarannya atau segera menghubungi kepolisian terdekat. “Kebutuhan meningkat jelang Ramadan. Biasanya, penipuan juga akan marak,” ungkapnya.(egy)
DUMAI (VOKAL) –Kabag Ops Polres Dumai Hardian memprediksi tingkat kejahatan akan terus meningkat menjelang bulan Ramadhan. Untuk itulah, tentu perlu ada kewaspadaan masyarakat untuk lebih berhati hati atas barang berharga agar bisa terhindar dari para pelaku kejahatan.
“Berdasarkan hasil analisa, hampir disemua daerah jelang puasa akan terjadi tindak kriminalitas,” kata Kabag Ops Polres Dumai hardian saat ditemui Vokal diruang kerjanya, kemarin.
Menurutnya, sebagai langkah antisipasi, atas intruksi dan izin pimpinan, barang tentu polisi akan lebih meningkatkan kemanan mulai dari pencegahan, penjagaan, dan menggiatkan anggota serse.
Untuk itulah Kabag Ops pun menyarankan, bagi para pemilik toko maupun ruko untuk lebih menjaga barang berharga, bilamana ada hal hal yang mencurigakan disarankan untuk sesegera mungkin melapor ke Pos Polisi terdekat.
Selain itu salah satu pencegahan lainnya bisa dilakukan masyarakat yang membawa uang dalam jumlah yang besar , disarankan untuk meminta bantuan dari pihak kepolisian.
“Lebih baik mencegah dari pada membasmi kejahatan,” kata Kabag Ops Polres Dumai Hardian.
Disinggung maraknya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang terjadi baru ini, Sambung Hardian, tentu disini dibutuhkan kehati - hatian para pemilik kendaraan bermotor. Yang sebetulnya, Curanmor sendiri bisa dicegah sedini mungkin bilamana para pemilik kendaraan roda dua menyadari akan pentingnya menjaga barang berharga, seperti motor.
“kami sarankan juga, sebaiknya pemilik motor menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan. Dengan begitu, ruang gerak para pelaku seakan sempit, dan urung untuk melakukan kejahatan,” tandasnya.
Selain itu ,kata Hardian, kejahatan penipuan juga kerap terjadi dengan berbagai macam modus dilakukan oleh para pelakunya untuk meraup keuntungan, apalagi menjelang hari raya lebaran. Guna mengantisipasinya, masyarakat wajib senantiasa waspada apabila menerima kabar dengan dalih apapun.
Salah satu modus dilakukan pelaku yakni menghubungi calon korbannya baik melalui telepon maupun pesan singkat yang memberikan kabar duka, kecelakaan, mendapat undian hadiah tau pun kesulitan permasalahan yang dihadapi. Untuk itu, masyarakat diminta jangan terlalu mudah terpancing dengan penipuan berjenis apapun melalui telepon.
“sebagai contoh, seperti kasus yang baru saja masuk ke polres Dumai mengaku di telfon oleh oknum yang mengaku aparat kepolisian akhirnya tertipu dan uang tujuh juta beserta vocher pun raib,”tutur Hardian.
Modus penipuan ,kata Hardian, juga perlu diwaspadai adalah, penipuan yang mengatasnamakan polisi atau mencatut nama pejabat serta orang lain.
“Bagaimanapun modusnya serta alasannya, jangan langsung percaya. Cek dulu kebenarannya pada yang bersangkutan. Kalau perlu lapor ke polisi untuk meminta melakukan pengecekan,”Himbau Kabag Ops.
Dia juga meminta masyarakat selalu merasa curiga. Apalagi mereka yang keluarganya terlilit kasus hokum atau pun kesulitan.
Menurut Hardian, penipuan dengan modus seperti itu sempat memakan korban. Korban diiming-imingi perjanjian, kalau mereka memberikan sejumlah uang, keluarganya yang berada di tahanan bisa bebas atau minimal dikurangi hukumannya.
“Tak mungkin bisa seperti itu. Apapun bentuk kabar yang diterima, jangan melakukan apa-apa, cek dulu kebenarannya. Kami juga berupaya memburu para pelaku kejahatan penipuan ini, kalau ada warga yang mengalami peristiwa seperti itu jangan percaya. Sebaiknya, telusuri dulu kebenarannya, ,” ujarnya mewanti-wanti.
Bisa berkomunikasi dengan petugas polisi yang dikenalnya atau langsung melaporkan ke kepolisian terdekat. Selain modus penipuan seperti itu, Hardian juga meminta masyarakat waspada dengan penipuan jenis lain yang memanfaatkan telepon.
Misalnya, pemberitahuan menang undian atau dengan modus lainnya. Jangan percaya dengan penipuan seperti itu. Sebaiknya mulai berhati-hati dan mawas diri. Menurut Hardian, jelang Lebaran ini penipuan memang marak. Kuncinya adalah masyarakat yang waspada dan selalu berhati-hati.
Jangan lekas percaya dengan modus beranekaragam. Telusuri kebenarannya atau segera menghubungi kepolisian terdekat. “Kebutuhan meningkat jelang Ramadan. Biasanya, penipuan juga akan marak,” ungkapnya.(egy)
Jelang Ramadhan Polres Bentuk 6 Jenis Razia
>> Beberapa Lokasi Sudah di Razia
DUMAI (VOKAL) - Menjelang bulan puasa, Polres Dumai sudah melakukan sweping di seluruh lokalisasi dan tempat hiburan malam. Setelah berhasil mengamankan ribuan keeping VCD bajakan beberapa waktu lalu, kini pihak kepolisian membentuk 6 operasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) lainnya, diantaranya masalah prostitusi sudah mulai akan digerakan.
“Kami menghimbau agar seluruh tempat-tempat hiburan malam, hotel, lokalisasi maupun lesehan yang terindikasi ada tindak asusila untuk menutup usahanya selama bulan ramadhan. Sebab kalau tetap nekad membuka tempat usahanya, kami pasti akan menindaknya,'' kata Kapolres Dumai AKBP Rudi Abdi Kasenda, melalui, Kabag Ops Polres Dumai AKP Hardian kepada Vokal jumat (15/7).
Menurutnya, untuk saat ini, dimulai dengan pemberantasan VCD Bajakan yang di lakukan beberapa waktu lalu, Dan hasilnya, sudah mencapai ribuan VCD berhasil di aman kan pihak kepolisian,yang didapat dari sejumlah warung di pinggir jalan.
''Sementara untuk razia pelaku dunia malam, maupun prostitusi sesuai dengan jadwal maupun perintah dari Kapolres Dumai, sudah kita lakukan kamis (14/7) kemarin, Baik itu di sejumlah hotel, tempat hiburan, sampai dengan lokalisasi maupun lesehan yang digunakan sebagai tempat prostitusi akan mulai di sweping. Tak terkecuali dengan sejumlah warung remang-remang yang kini sudah mulai marak,'' beber Hardian.
Hardian menambahkan, bahwa sesuai agenda ops yang intinya pemberantasan pekat, menghimbau kepada seluruh pemilik kafe tempat hiburan malam maupun lokalisasi agar menutup usahanya sejak 3 hari sebelum bulan ramadhan. Dan mereka di haruskan membuka kembali usahanya setelah hari raya idul fitri.
“Kami ingatkan bahwa menjelang ramadhan semua tempat hiburan harus tutup,” tegas Kabag Ops Polres Dumai.
Ditegaskan bahwa himbauan ini tak main-main. Karena jika dilanggar pihaknya akan segera bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk mengeluarkan sanksi tegas. Bahkan, pihaknya mengancam akan menutup seluruh kafe dan tempat hiburan malam yang di ketahui tidak memiliki ijin.
“Dan apabila tindakan secara persuasif diberikan arahan tetap dilanggar terpaksa kami juga akan menggunakan secara represif, termasuk lokalisasi kita akan bredel,” katanya.
Perwira Polres ini juga menambahkan, sebelum melakukan sweping pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak persatuan hotel, maupun pengurus lokalisasi organisasi lainnya agar langkah dari Polres Tegal ini mendapat dukungan positif. Sebab semuanya ini untuk menghargai umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa di tahun 2011 ini.(egy)
DUMAI (VOKAL) - Menjelang bulan puasa, Polres Dumai sudah melakukan sweping di seluruh lokalisasi dan tempat hiburan malam. Setelah berhasil mengamankan ribuan keeping VCD bajakan beberapa waktu lalu, kini pihak kepolisian membentuk 6 operasi dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) lainnya, diantaranya masalah prostitusi sudah mulai akan digerakan.
“Kami menghimbau agar seluruh tempat-tempat hiburan malam, hotel, lokalisasi maupun lesehan yang terindikasi ada tindak asusila untuk menutup usahanya selama bulan ramadhan. Sebab kalau tetap nekad membuka tempat usahanya, kami pasti akan menindaknya,'' kata Kapolres Dumai AKBP Rudi Abdi Kasenda, melalui, Kabag Ops Polres Dumai AKP Hardian kepada Vokal jumat (15/7).
Menurutnya, untuk saat ini, dimulai dengan pemberantasan VCD Bajakan yang di lakukan beberapa waktu lalu, Dan hasilnya, sudah mencapai ribuan VCD berhasil di aman kan pihak kepolisian,yang didapat dari sejumlah warung di pinggir jalan.
''Sementara untuk razia pelaku dunia malam, maupun prostitusi sesuai dengan jadwal maupun perintah dari Kapolres Dumai, sudah kita lakukan kamis (14/7) kemarin, Baik itu di sejumlah hotel, tempat hiburan, sampai dengan lokalisasi maupun lesehan yang digunakan sebagai tempat prostitusi akan mulai di sweping. Tak terkecuali dengan sejumlah warung remang-remang yang kini sudah mulai marak,'' beber Hardian.
Hardian menambahkan, bahwa sesuai agenda ops yang intinya pemberantasan pekat, menghimbau kepada seluruh pemilik kafe tempat hiburan malam maupun lokalisasi agar menutup usahanya sejak 3 hari sebelum bulan ramadhan. Dan mereka di haruskan membuka kembali usahanya setelah hari raya idul fitri.
“Kami ingatkan bahwa menjelang ramadhan semua tempat hiburan harus tutup,” tegas Kabag Ops Polres Dumai.
Ditegaskan bahwa himbauan ini tak main-main. Karena jika dilanggar pihaknya akan segera bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk mengeluarkan sanksi tegas. Bahkan, pihaknya mengancam akan menutup seluruh kafe dan tempat hiburan malam yang di ketahui tidak memiliki ijin.
“Dan apabila tindakan secara persuasif diberikan arahan tetap dilanggar terpaksa kami juga akan menggunakan secara represif, termasuk lokalisasi kita akan bredel,” katanya.
Perwira Polres ini juga menambahkan, sebelum melakukan sweping pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak persatuan hotel, maupun pengurus lokalisasi organisasi lainnya agar langkah dari Polres Tegal ini mendapat dukungan positif. Sebab semuanya ini untuk menghargai umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa di tahun 2011 ini.(egy)
Kamis, 14 Juli 2011
Satpol PP Siap Lakukan Razia
DUMAI (VOKAL) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Dumai siap menjaga kondisi keamanan wilayah kota Dumai terutama menjelang bulan Ramadhan.
Kepala Kantor Satpol PP kota Dumai, Amril mengatakan layaknya tahun-tahun sebelumnya, Satpol PP akan bekerja sama dengan Kepolisian Resor kota Dumai akan menggelar razia ke sejumlah hotel dan losmen yang ada di Kota Dumai.
"Razia tersebut dilakukan agar umat muslim di wilayah kota Dumai bisa dengan tenang menjalankan ibadah mereka di bulan Ramadhan yang suci. Dalam menjalankan razia tersebut, Satpol PP akan menggandeng aparat-aparat terkait seperti kepolisian," kata Amril.
Sebenarnya, kata Amril, kegiatan razia tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilakukan Satpol PP khususnya menjelang bulan Ramadhan.
“Namun, mengenai kapan razia tersebut akan dilaksanakan masih dirahasiakan. Hal itu untuk mencegah kebocoran di masyarakat khususnya bagi mereka yang kerap melakukan pelanggaran hukum,” tegas Amril.
Biasanya ,kata Amril, menjelang bulan suci Ramadan, satuan polisi pamong praja menggelar razia pekat di sejumlah lokalisasi liar dan warung remang-remang.
“Dan biasanya juga aksi kejar kejaran terjadi saat petugas menggrebek lokalisasi liar di beberapa lokasi yang akan di razia saat Petugas ingin menangkap pelanggan yang sedang mangkal dan menjajakan diri.”tutur Amril Sembari tersenyum kecil.(egy)
Kepala Kantor Satpol PP kota Dumai, Amril mengatakan layaknya tahun-tahun sebelumnya, Satpol PP akan bekerja sama dengan Kepolisian Resor kota Dumai akan menggelar razia ke sejumlah hotel dan losmen yang ada di Kota Dumai.
"Razia tersebut dilakukan agar umat muslim di wilayah kota Dumai bisa dengan tenang menjalankan ibadah mereka di bulan Ramadhan yang suci. Dalam menjalankan razia tersebut, Satpol PP akan menggandeng aparat-aparat terkait seperti kepolisian," kata Amril.
Sebenarnya, kata Amril, kegiatan razia tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilakukan Satpol PP khususnya menjelang bulan Ramadhan.
“Namun, mengenai kapan razia tersebut akan dilaksanakan masih dirahasiakan. Hal itu untuk mencegah kebocoran di masyarakat khususnya bagi mereka yang kerap melakukan pelanggaran hukum,” tegas Amril.
Biasanya ,kata Amril, menjelang bulan suci Ramadan, satuan polisi pamong praja menggelar razia pekat di sejumlah lokalisasi liar dan warung remang-remang.
“Dan biasanya juga aksi kejar kejaran terjadi saat petugas menggrebek lokalisasi liar di beberapa lokasi yang akan di razia saat Petugas ingin menangkap pelanggan yang sedang mangkal dan menjajakan diri.”tutur Amril Sembari tersenyum kecil.(egy)
Kebakaran Hutlah Terus Berlanjut
>> Titik Api Terus Bermunculan
DUMAI (VOKAL) – Musim kemaru panjang yang melanda kota Dumai saat ini mengakibatkan daratan kota menjadi kering dan rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (hutlah), selain itu titik api juga terus bermunculan di beberapa wilayah di pinggiran kota Dumai.
Baru-baru ini terdapat sebanyak 80 titik api yang berhasil di deteksi oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18 kota, jumlah titik api tersebut mengalami kenaikan yang sangat signifikan dari hari sebelumnya yang hanya sebanyak 38 titik api.
terkait peningkatan titik api, BMKG sudah sering mewanti-wanti warga agar tidak melakukan aktivitas pembakaran. Baik dalam membuka hutan maupun lahan untuk pertanian maupun perkebunan.
Khusus untuk wilayah kota Dumai yang terdekat seperti Kecamatan Medang Kampai hingga kini masih terus bermunculan titik api yang berdiameter besar, hal tersebut akibat pembakaran lahan dan hutan yang terus di lakukan oleh masyarakat sekitar.
“saat ini titik api terus bermunculan untuk sekarang api muncul dari atas kelurahan Teluk Makmur yang terbakar saat ini melingkup perkebunan dan hutan semak belukar,”kata Kepala Regu Pemadam (Regdam) kecamatan Medang kampai Hamzah, kepada Vokal jumat (15/7).
Sampai saat ini juga tim regu pemadam masih selalu bersiaga di lokasi kebakaran untuk melakukan penanggulangan kebakaran yang kerap menghabisi lahan perkebunan sawit warga.
“sampai sekarang kami masih bersiaga di lokasi kebakaran untuk mencegah agar api tidak merambah lahan warga, karana akibat kebakaran hutlah yang terjadi belakangan ini sudah banyak menyebabkan kerugian warga yang lahan mereka terambah oleh si jago merah.”katanya.
Tim regdam sudah berada sejak 26 mei hingga sekarang untuk bersiaga di lokasi kecamatan medang kampai yang rentan terjadi kebakaran hutlah, meskipun mereka harus meninggalkan keluarga dirumah demi tanggung jawab yang mereka embank.
Kendati demikian tak menyurutkan semangat tim regdam kecamatan Medang Kampai tersebut untuk selalu mengawasi kebakaran hutlah yang terus berlanjut.
“kami sudah berada di lokasi kebakaran ini sejak 26 mei bulan lalu hingga sekarang kami terus berjaga baik siang maupun malam untuk melakukan pengawasan jika ada pembakarlahan yang baru akan kami cegah dan kebakaran yang kini masih terjadi kami akan selalu melakukan pemantauan agar tidak merambat ke lahan warga lainnya.”tutur Hamzah.(egy)
DUMAI (VOKAL) – Musim kemaru panjang yang melanda kota Dumai saat ini mengakibatkan daratan kota menjadi kering dan rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (hutlah), selain itu titik api juga terus bermunculan di beberapa wilayah di pinggiran kota Dumai.
Baru-baru ini terdapat sebanyak 80 titik api yang berhasil di deteksi oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18 kota, jumlah titik api tersebut mengalami kenaikan yang sangat signifikan dari hari sebelumnya yang hanya sebanyak 38 titik api.
terkait peningkatan titik api, BMKG sudah sering mewanti-wanti warga agar tidak melakukan aktivitas pembakaran. Baik dalam membuka hutan maupun lahan untuk pertanian maupun perkebunan.
Khusus untuk wilayah kota Dumai yang terdekat seperti Kecamatan Medang Kampai hingga kini masih terus bermunculan titik api yang berdiameter besar, hal tersebut akibat pembakaran lahan dan hutan yang terus di lakukan oleh masyarakat sekitar.
“saat ini titik api terus bermunculan untuk sekarang api muncul dari atas kelurahan Teluk Makmur yang terbakar saat ini melingkup perkebunan dan hutan semak belukar,”kata Kepala Regu Pemadam (Regdam) kecamatan Medang kampai Hamzah, kepada Vokal jumat (15/7).
Sampai saat ini juga tim regu pemadam masih selalu bersiaga di lokasi kebakaran untuk melakukan penanggulangan kebakaran yang kerap menghabisi lahan perkebunan sawit warga.
“sampai sekarang kami masih bersiaga di lokasi kebakaran untuk mencegah agar api tidak merambah lahan warga, karana akibat kebakaran hutlah yang terjadi belakangan ini sudah banyak menyebabkan kerugian warga yang lahan mereka terambah oleh si jago merah.”katanya.
Tim regdam sudah berada sejak 26 mei hingga sekarang untuk bersiaga di lokasi kecamatan medang kampai yang rentan terjadi kebakaran hutlah, meskipun mereka harus meninggalkan keluarga dirumah demi tanggung jawab yang mereka embank.
Kendati demikian tak menyurutkan semangat tim regdam kecamatan Medang Kampai tersebut untuk selalu mengawasi kebakaran hutlah yang terus berlanjut.
“kami sudah berada di lokasi kebakaran ini sejak 26 mei bulan lalu hingga sekarang kami terus berjaga baik siang maupun malam untuk melakukan pengawasan jika ada pembakarlahan yang baru akan kami cegah dan kebakaran yang kini masih terjadi kami akan selalu melakukan pemantauan agar tidak merambat ke lahan warga lainnya.”tutur Hamzah.(egy)
Wako Dumai Akan di Sidang
>> Terkait Gugatan LSM IMD Riau
DUMAI (VOKAL) – Direktur Eksekutif LSM IMD Riau, R Adnan kembali mendatangi Pengadilan Negri (PN) Dumai, terkait gugatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Monitoring Development (IMD), terhadap walikota Dumai, atas perbuatan ketidaktransparanan pada kasus proyek air minum yang dianggarkan sejak tahun 2007 dengan kontrak pelaksanaan pekerjaan tahun jamak atau "multiyears".
Wali Kota Dumai, H Khairul Anwar, akan dijadawalkan untuk diadili di Pengadilan Negeri Kota Dumai, Riau, karena tidak memberikan informasi jelas ke publik terkait permasalahan proyek air minum senilai Rp233 miliar yang tak kunjung tuntas sampai saat ini.
“pemanggilan wali kota oleh Pengadilan Negeri (PN) Dumai adalah untuk diadili pada sidang perdata.”kata Direktur Eksekutif LSM IMD Riau, R Adnan, kepada wartawan kamis (14/7) di temui di halaman PN Dumai.
Adnan menambahkan "Seperti dalam gugatan kita, Wali Kota Dumai kita gugat karena tidak memberikan tindakan tegas ke pada tiga perusahaan yang terbukti wanprestasi atas keterlambatan penyelesaian proyek kerakyatan tersebut sehingga terkesan melawan hukum," kata Adnan.
Selain itu ,kata Adnan, tiga perusahaan yang dimaksud masing-masing PT Nindiya Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adi Karya (Persero). Masing-masing perusahaan ini menangani proyek yang sama namun dengan sistem pelelangan yang berbeda.
Namun ke tiga perusahaan berbadan usaha milik negara (BUMN) ini menurut Adnan telah melampaui batas waktu pengerjaan proyek.
"Seharusnya proyek selesai pada 10 Oktober 2010 termasuk adendum, namun sampai pertengahan 2011 ini proyek tak kungjung selesai," katanya.
Adnan menambahkan, proyek ketiga perusahaan ini juga tidak dilakukan sebagaimana mestinya, "Proyek ini seharusnya satu paket, namun pada kenyataannya telah di petakpetak. Hal ini tidak ada landasan hukumnya," kata Adnan.
Menurut Adnan, terkait kasus ini Wali Kota Dumai H Khairul Anwar tidak memberikan informasi sebenar-benarnya ke publik dan terkesan malah menutup-nutupi, dan tidak transparan.
"Atas kasus ini kita menggunggat Wali Kota Dumai karena telah melanggar Undang-undang keterbukaan informasi yang berpotensi merugikan masyarakat banyak. Hal ini karena proyek air bersih merupakan proyek yang dinanti-nanti oleh masyarakat Dumai," kata Adnan.(egy)
Langganan:
Postingan (Atom)