Selasa, 02 Agustus 2011

Polres Tentukan 3 Titik Pos Pelayan Lebaran


DUMAI (VOKAL) – Untuk mengantisipasi bahaya kejahatan saat mudik pihak Polisi Resort (Polres) Dumai menentukan tiga titik untuk penertiban mudik dan untuk sebagai pos pelayanan pengaduan dan kesehatan bagi para pemudik.

Tiga titik yang telah ditentukan tersebut terletak di Terminal AKAP kota Dumai jalan Putri Tujuh, Pelabuhan Dumai, dan di dalam kota yakni Depan Ramayana kota Dumai.

Pos tersebut rencananya akan di fungsikan juga sebagai beberpa kepentingan mudik seperti cek kesehatan, laporan tindak criminal, dan pelayanan, yang bisa nantinya di nikmati oleh para pemudik baik yang datang maupun pemudik yang ingin meninggalkan kota Dumai.

“Kita akan fungsikan Pos Pelayanan tersebut nantinya H – 7 dan H + 7 di hari lebaran, guna menyambut dan membimbing para pemudik yang nantinya akan melakukan perjalanan jauh.”kata Kasubag Humas Polres Dumai AKP Suwadji AK saat di konfirmasi Vokal di ruangannya selasa (2/8).

Selain itu ,kata Suwardji, kita juga menghimbau kepada para pemudik untuk selalu mewaspadai titik jalur mudik yang rawan akan bahaya dan tindak criminal yang kerap terjadi saat mudik menjelang ramadhan.

“kita menghimbau kepada para pemudik untuk selalu waspada ketika melakukan perjalanan mudik lebaran, hendaknya di lihat perlengkapan dan kesiapan kendaraan apakah dalam keadaan layak pakai atau tidak, dan selalu waspada akan titik lebaran yang sangat berpotensi terhadap kecelakaan.”kata Suwardji.

selain waspada jelang Mudik Suwardji juga menghimbau agar warga masyarakat selalu mewanti-wantiu akan tindak criminal di saat menjelang sahur dan ketika rumah di tinggal pergi untuk shalat tarawih, karana di saat seperti itu melebarkan kesempatan para penjahat untuk melangsungkan aksinya.

“selain memerhatikan keperluan mudik para pemudik hendaknya juga jangan lupa memastikan rumah yang di tinggalkan dalam keadaan selamat dari potensi kebakaran dan dalam keadaan terkunci rapat, serta kalau perlu laporkan ke pengamanan setempat untuk selalu melihat dan memastikan rumah yang kita tinggal dalam keadaan selamat.(egy)

Awas! Jelang Lebaran Sasaran Kejahatan Kian Banyak

>> Serta Waspada Jalur Titik Rawan Pemudik


DUMAI (VOKAL) - Sasaran penjahat diprediksi akan semakin banyak menjelang Lebaran 2011. Yaitu, dari rumah kosong saat ditinggal pergi pemilik ke masjid, hingga pemudik yang tengah berdesak-desakan di terminal angkutan sebagai sasaran.

Demikian dinyatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polres Dumai,AKP Suwarji AK, kepada Vokal Selasa (2/8)

Prediksi Suwarji didasarkan atas kasus kejahatan yang terjadi pada Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, Suwardji mengimbau warga masyarakat, khususnya pemudik, untuk meningkatkan kewaspadaan diri.

"Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal (di terminal). Selain itu, jika bepergian pastikan rumah sudah dikunci dan dijaga petugas keamanan setempat," katanya.

Mengenai tindakan apa yang akan dilakukan polisi untuk mencegah kejahatan, Suwadji mengatakan aparat keamanan akan dikerahkan untuk melakukan operasi di tempat-tempat rawan kriminalitas.

"Tentunya kami akan genjot (pengamanan) saat operasi Ketupat jelang Lebaran," katanya.

Selain itu juga Suwarji mengingatkan untuk para pemudik agar senantiasa berhati-hati saat melewati lokasi yang rawan akan kecelakaan, tanah longsor, dan pasar tumpah.
“Bagi Anda yang hendak pulang ke kampung halaman agar mewaspadai jalur-jalur rawan longsor dan banjir. Cuaca yang tidak menentu membuat beberapa kawasan di beberapa wilayah di Sumatra rawan longsor dan banjir.”ujar Suwardji AK.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengantisipasi beberapa titik rawan banjir dengan melakukan normalisasi sungai. Namun, intensitas hujan yang diperkirakan terus mengguyur membuat beberapa tempat masih rawan banjir ringan.(egy)

Polres Tentukan 3 Titik Pelayan

DUMAI (VOKAL) – Untuk mengantisipasi bahaya kejahatan saat mudik pihak Polisi Resort (Polres) Dumai menentukan tiga titik untuk penertiban mudik dan untuk sebagai pos pelayanan pengaduan dan kesehatan bagi para pemudik.

Tiga titik yang telah ditentukan tersebut terletak di Terminal AKAP kota Dumai jalan Putri Tujuh, Pelabuhan Dumai, dan di dalam kota yakni Depan Ramayana kota Dumai.

Pos tersebut rencananya akan di fungsikan juga sebagai beberpa kepentingan mudik seperti cek kesehatan, laporan tindak criminal, dan pelayanan, yang bisa nantinya di nikmati oleh para pemudik baik yang datang maupun pemudik yang ingin meninggalkan kota Dumai.

“Kita akan fungsikan Pos Pelayanan tersebut nantinya H – 7 dan H + 7 di hari lebaran, guna menyambut dan membimbing para pemudik yang nantinya akan melakukan perjalanan jauh.”kata Kasubag Humas Polres Dumai AKP Suwadji AK saat di konfirmasi Vokal di ruangannya selasa (2/8).

Selain itu ,kata Suwardji, kita juga menghimbau kepada para pemudik untuk selalu mewaspadai titik jalur mudik yang rawan akan bahaya dan tindak criminal yang kerap terjadi saat mudik menjelang ramadhan.

“kita menghimbau kepada para pemudik untuk selalu waspada ketika melakukan perjalanan mudik lebaran, hendaknya di lihat perlengkapan dan kesiapan kendaraan apakah dalam keadaan layak pakai atau tidak, dan selalu waspada akan titik lebaran yang sangat berpotensi terhadap kecelakaan.”kata Suwardji.

selain waspada jelang Mudik Suwardji juga menghimbau agar warga masyarakat selalu mewanti-wantiu akan tindak criminal di saat menjelang sahur dan ketika rumah di tinggal pergi untuk shalat tarawih, karana di saat seperti itu melebarkan kesempatan para penjahat untuk melangsungkan aksinya.

“selain memerhatikan keperluan mudik para pemudik hendaknya juga jangan lupa memastikan rumah yang di tinggalkan dalam keadaan selamat dari potensi kebakaran dan dalam keadaan terkunci rapat, serta kalau perlu laporkan ke pengamanan setempat untuk selalu melihat dan memastikan rumah yang kita tinggal dalam keadaan selamat.(egy)

SPBU Putri Tujuh Tambah Pasokan BBM 50 %

>>Memenuhi Kebutuhan Lonjakan Konsumen


DUMAI (VOKAL)
– SPBU Putri Tujuh kota Dumai jalang ramadhan berencana akan menambah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk konsumen jelang lebaran Idil Fitri 1432 Hijriyah, yang di prediksi akan menambah pasokan premium sedikitnya 10 % sampai dengan 15 % untuk mencukupi kebutuhan yang akan melonjak dari hari biasanya.

Pihak pengelola SPBU Putri Tujuh mengatakan bahwa berapapun yang di minta oleh pihak SPBU untuk pasokan kepada Pertamina Maka kebutuhan mereka akan di penuhi dan tidak ada batasan untuk penyediaan SPBU Putri Tujuh.

“Selama ini kami memakai system Deposit jadi berapapun yang kami minta maka akan terpenuhi, jadi untuk menjelang lebaran mendatang untuk persediaan BBM di pastikan aman, jika terjadi lonjakan permintaan konsumen nantinya.”kata Kepala Pengelola SPBU Putri Tujuh Ari Cahyadi, saat di konfirmasi Vokal selasa (2/8).

Biasanya ,kata Ari, untuk kebutuhan ramadhan dan Idul Fitri permintaan konsumen khususnya BBM Jenis Premium akan terus merangkak naik, dibanding tahun sebelumnya 2010 ke tahun 2011 akan meningkat, 10 % hingga 15 %.

“Khususnya di tahun 2010 dan 2011 ini di hari biasanya penjualan untuk premium berkisar kurang lebih 43 Kilo Liter (KL) atau sama dengan 43.000 Liter/ Hari, untuk 2010 dan di tahun 2011 ini mecapai hingga 47 KL, atau sama dengan 47.000 Liter /Hari, dari kenaikan permintaan konsumen tersebut di prediksi hingga 15 %.”katanya.

Selain itu, kata Ari, untuk H - 5 sampai dengan H + 5 jelang lebaran nantinya, peningkatan permintaan premium untuk SPBU Putri Tujuh mencapai 50 % yang mana biasanya di tahun lalu untuk perharinya kita habiskan 16 KL atau sama dengan 16.000 Liter untuk lebaran tahun lalu meningkat 50 % sehingga bisa mencapai 32 KL atau sama dengan 32.000 Liter.

Lain halnya dengan pasokan untuk Pertamax, setiap 15 hari sekali bisa terjadi kenaikan atau penurunan yang jelas di per 15 harinya terjadi perubahan harga untuk Pertamax, saat ini harga pertamax perliternya Rp. 9950 Rupiah.

“Sementara untuk harga solar dan premium masih standart rata-rata Rp. 45.00 per Liternya, dan untuk kenaiakn BBM jenis Premium biasanya terjadi pada awal tahun sesuai instruksi dari pemeritah nantinya.”tutur Ari.

Namun fenomena yang terjadi pada pemasaran BBM, keunikan terjadi pada pasokan Solar untuk hari lebaran, biasanya untuk kebutuhan solar justru terjun bebas hal tersebut dikarnakan kurangnya aktifitas kendaraan yang memakai Solar di H-5 hingga H+5 labaran biasanya.

Ari mengatakan” untuk peningkatan konsumen saat ini masih rata-rata dan belum terjadi kenaikan konsumen sehingga kita masih melaksanakan kegiatan secara normal dan untuk pasokan juga masih kita minta seperti hari biasanya.”jelas Ari,(egy)

Senin, 01 Agustus 2011

Awas! Jelang Lebaran Sasaran Kejahatan Kian Banyak

>> Serta Waspada Jalur Titik Rawan Pemudik



DUMAI (VOKAL)
- Sasaran penjahat diprediksi akan semakin banyak menjelang Lebaran 2011. Yaitu, dari rumah kosong saat ditinggal pergi pemilik ke masjid, hingga pemudik yang tengah berdesak-desakan di terminal angkutan sebagai sasaran.

Demikian dinyatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polres Dumai,AKP Suwarji AK, kepada Vokal Selasa (2/8)

Prediksi Suwarji didasarkan atas kasus kejahatan yang terjadi pada Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, Suwardji mengimbau warga masyarakat, khususnya pemudik, untuk meningkatkan kewaspadaan diri.

"Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal (di terminal). Selain itu, jika bepergian pastikan rumah sudah dikunci dan dijaga petugas keamanan setempat," katanya.

Mengenai tindakan apa yang akan dilakukan polisi untuk mencegah kejahatan, Suwadji mengatakan aparat keamanan akan dikerahkan untuk melakukan operasi di tempat-tempat rawan kriminalitas.

"Tentunya kami akan genjot (pengamanan) saat operasi Ketupat jelang Lebaran," katanya.

Selain itu juga Suwarji mengingatkan untuk para pemudik agar senantiasa berhati-hati saat melewati lokasi yang rawan akan kecelakaan, tanah longsor, dan pasar tumpah.
“Bagi Anda yang hendak pulang ke kampung halaman agar mewaspadai jalur-jalur rawan longsor dan banjir. Cuaca yang tidak menentu membuat beberapa kawasan di beberapa wilayah di Sumatra rawan longsor dan banjir.”ujar Suwardji AK.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengantisipasi beberapa titik rawan banjir dengan melakukan normalisasi sungai. Namun, intensitas hujan yang diperkirakan terus mengguyur membuat beberapa tempat masih rawan banjir ringan.(egy)

Warga Sei Sembilan dan PT SGP Tunda Pertemuan

>> Belum Adanya Kesepakatan Kedua Belah Pihak


DUMAI (VOKAL) – seperti yang di kabarkan sebelumnya pihak masyarakat Sei Sembilan Meminta Untuk bertemu dengan Pihak PT Suntara gajapati (SGP) untuk membincangkan penyelesaian permasalahan tumpang tindih lahan yang mana lahan masyarakat di sinyalir di rambah oleh PT SGP hingga ribuan haekter.

“sebelumnya mereka berencana untuk melakukan pertemuan di kantor polres Dumai, namun koordinasi berikutnya gagal di laksanakan di polres namun untuk pertemuan mereka msyarakat Sei Sembilan memita di laksanakan di Kantor Camat Sungai Sembilan yang telah di jadwalkan senin.”kata Kepala Bagian Operasional Polres Dumai Hardian, kepada Vokal Senin (1/8).

Di tambahkan Hardian, Namun setelah memastikan untuk melangsungkan pertemuan pada minggu (30/7) siang untuk melakukan pertemuan di kantor camat, minggu malamnya kembali masyarakat menginformasikan oleh Polres untuk menunda pertemuan tersebut sehingga pihak polres mendapat koordinasi berikutnya.

“pertemuan kedua belah pihak akhirnya harus di tunda hingga kami pihak kepolisian mendapat korrdinasi berikutnya akibat kedua belah pihak tidak saling siap hari ini.”tutur Hardian.

Gejolak masyarakat untuk mempertahan kan hak mereka atas kepemilikan tanah yang di serobot oleh pihak PT SGP hingga ribuan haektare menjadi perbincangan hangat oleh pihak legislatif maupun eksekutif saat ini.

Bukti kepedulian pihak legidlatif mereka sudah membentuk Tim Pansus untuk penyelesaian tumpang tindih lahan yang kini tengah bergejolak di Kecamatan Sungai Sembilan, yang berpotensi akan berjatuhan korban jiwa jika tidak segera di selesaikan oleh pihak pemerintah.

Sebalumnya pihak PT SGP Sudah berkali-kali mendapat pukulan keras dari pighak masyarakat dengan memberhentikan sebanyak lima alat berat milik PT SGP yang satu di antaranya sempat di rusak oleh massa yang mengamuk saat mendatangi lahan yang di kelola oleh SGP tersebut.

Akibat perlakuan itu pihak SGP melaporkan perbuatan massa atas pengrusakan yang dilakukan oleh masyarakat Sei Sembilan beberapa waktu lalu.

Sementara sebelumnya pihak Masyarakat juga sudah melaporkan kepihak Polres Untuk masalah pengrambahan lahan masyarakat dan Hutan yang sudah di tebang, oleh PT SGP.

Meski kedua belah pihak mesih saling tutup mulut akan persoalan ini kami pihak kepolisian masih tyerus melakukan penjagaan untuk wilayah yang kini sedang di permasalahakan oleh kedua belah pihak baik dari Masyarakat yang menuntut atau juga pihak PT SGP yang telah beroperasi di wilayah yang termasuk kawasan Kecamatan Sei Sembilan tersebut.(egy)

RSUD Usulkan Dana CSR 10 M ke PT Pelindo

>> Pasien Membludak RSUD Kekurangan Ruang Inap


DUMAI (VOKAL)
– Akibat keterbatasan ruang inap dan tempat tidur, para ibu melahirkan itu terpaksa di tempatkan di ruang rawat darurat, sebab pasien melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai, sejak satu pekan terakhir membludak, kata Direktur RSUD Dumai, Faisal di Dumai, Senin(1/8).

Faisal menambahkan, kepadatan pasien melahirkan terjadi sejak tertanggal 15 sampai 28 Juli 2011 dimana jumlahnya mencapai 51 orang, Sebanyak 24 pasien diantaranya sudah dipulangkan dan saat ini tersisa sekitar 27 pasien kata Faisal masih dalam perawatan intensif pada ruang kebidanan dan rawat darurat RSUD Dumai.

"Padatnya pasien melahirkan bisa jadi disebabkan adanya jaminan kesehatan kota (Jamkesko) atau jaminan persalinan (Jampersal), ruang inap dan perawat atau petugas medis yang pas-pasan, kita akan terus berusaha melayani masyarakat seoptimal mungkin," kata Faisal.

Faisal mengakui, saat ini RSUD masih kekurangan ruang inap khususnya ruang perawatan kelas tiga yang melayani pasien Jamkesko atau Jampersal.

Kondisi tersebut menurutnya disebabkan tingkat "Bed Occupancy Rate" atau jumlah pemakaian tempat tidur yang telah melampaui standardisasi ketentuan ideal sebagaimana dianjurkan Kementrian Kesehatan.

Idealnya, tingkat pemakaian tempat tidur di rumah sakit adalah 75 persen dan maksimal 80 persen. Namun saat ini di RSUD Dumai khususnya ruang perawatan kelas tiga telah mencapai 85 persen, Kondisi tersebut yang kemudian menurut Faisal menyebabkan terjadinya antrean pasien setiap harinya.

"Untuk tahun ini sebenarnya kita sudah mengajukan anggaran untuk pembangunan penambahan kamar dan tempat tidur sebanyak 50 buah. Namun akibat kondisi anggaran daerah yang minim, kemungkinan baru akan terealisasi pada 2012 nanti," kata Faisal.

RSUD Dumai saat ini hanya memiliki ruangan yang mampu memuat 76 tempat tidur bagi pasien kelas III. Jumlah tersebut dirasa sangat minim mengingat setiap harinya rumah sakit milik pemerintah itu selalu disesaki pasien dengan berbagai penyakit termasuk pasien persalinan.

Namun untuk mengatasi permasalahn itu pihak RSUD sudah mencanangkan untuk meminta dana CSR dari pihak PT Pelindo kota Dumai sebesar 10 Milyar, guna penambahan bangunan untuk ruang inap.

“Sebelumnya satu bulan yang lalu pihak RSUD kota Dumai, sudah meminta dana CSR ke pihak pelindo untuk pembangunan kamar inap baru, yang besar dana nya sekitar 10 milyar. Namun pihak RSUD tidak hanya melalui uang saja pihak rumah sakit juga akan menyerahkan mengenai teknis akan pembangunan tersebut kepada pihak pelindo.”ujar Faisal.(egy)