Senin, 23 Mei 2011

Kepala Disnaker Minta Siswa Untuk Ikut Berbagai Pelatihan

Foto: Pelatihan Keterampilan Siswa
Pelatihan Untuk Bekal Tamat Nantinya
DUMAI (VOKAL ) – kepala dinas Kesehatan kota Dumai, Syamsul Bahri, kepada Vokal senin (23/5) menuturkan bahwa kami sangat mengkhawatirkan hal di saat pasca UN nilai lapangan kerja yang minim sehingga mengakibatkan siswa yang tidak melanjutkan ke jingjang perguruan tinggai terancam akan menganggur.

Karena minim nya lapangan pekerjaan dan setiap siswa tersebut belum tentu tamat dari sekolah itu bisa memenuhi syarat untuk berkerja,karena kelayakan bekerjanya sangat di pertanyakan,”ujarnya.

Dan untuk meminimalisir agar pelajar usai UN tidak malah menjadi pengangguran para setiap siswa diminta untuk mengikuti pelatihan berbagai kesenian baik itu bahasa, keterampilan maupun pekerjaan dan hal itu sebaiknya dilakukan saat masih sekolah agar tamat dari sekolah setiap siswa sudah mempunyai skill dan kepandaian masing-masing.”himbaunya.

Serta selain meminimalisir pengangguran kata Syamsul, pelatihan itu juga bisa di jadikan bekal untuk seumur hidup bahkan jika sudah berkeluarga nanti,”terangnya.(egy)

Pendataan Pengangguran 2011 ini Akan Melalui Kelurahan

Foto:Volume Pengangguran Setiap tahun
Kelurahan di setiap kecamatan di kota Dumai
DUMAI (VOKAL) – banyak nya jumlah pengangguran di tiap tahunnya di nilai akan bertambah, maka dinas tenaga kerja akan mengusulkan perencanaan untuk 2011 pendataan pengangguran di lakukan melalui setiap kecamatan.

Data yang di kumpul kan bukan hanya oleh puhak kecamatan, dalam hal ini pihak kelurahan dan Rukun Tetangga (RT) juga di minta untuk membantu Kelurahan dan pihak kelurahan akan menyetorkan pendataan tersebut kepada kecamatan dan baru akan di terima oleh Disnaker.

Syamsul Bahri kepada Vokal Senin (23/5) mengatakan,” kami akan merencanakan pendataan melalui kecamatan dan kelurahan serta RT juga di minta ambil andil agar kita pihak pemerintahan dapat menemukan jumlah yang falid,”ujarnya.

Selain itu kata Syamsul, setelah mendapatkan jumlah yang falid barulah kita dapat menyediakan serta menghimbau bagi warga yang tidak mau untuk mengikuti pelatihan agar menjadi bekal di saat tamat sekolah nanti(egy)

Siswa Yang Baru Tamat Di Minta Untuk Kreatif

foto: para Mahasiswa Beramai-ramai Memburu Pekerjaan
Pasca UN Dinilai Bisa Menyumbang Angka Pengangguran
DUMAI (VOKAL) – Pasca Ujian Nasional SMA dan SMK se Indonesia beberapa waktu lalu di khawatir kan para siswa yang baru lulus di nilai akan menambah angka pengangguran bagi yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Oleh karena itu para siswa diminta untuk mau berkreasi dan kreatif agar tidak hanya bergantung dari pekerjaan yang formal saja dan hendaknya mau berkerja yang non formal atau mau menciptakan lapangan kerja sendiri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Syamsul Bahri, kepada Vokal senin (23/5) mengatakan,”saya sangat mengharapkan kepada siswa yang telah lulus UN dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi agar tidak memilih – milih untuk berkerja baik itu formal maupun non formal, yang harus di utamakan adalah pengalaman bagi yang muda,”ujarnya.

Menurut yang terdata di Disnaker Dumai pada tahun 2010 saja jumlah pengangguran sebanyak 4600 orang dan itu termasuk semua umur,dan yang terdata saja,”tambahnya.

Data tersebut di peroleh dari pendataan yang di terima Disnaker dari setiap kecamatan.(egy)

Sat Narkoba Polres Dumai Lakukan 5 Kali Tangkapan Dibulan Mei

Foto: Kantor Polres Kota Dumai Riau
Keseluruhan Tangkapan Bersama Barang Bukti
DUMAI (VOKAL) – Dalam kurun waktu masih kurang dari sebulan pihak kepolisian polres Dumai telah berhasil melakukan penangkapan Narkoba oleh sat Narkoba Polres Dumai, yang mana keseluruhan tangkapan berhasil di aman kan beserta Barang Bukti (BB) Tersangka.

Menurut Data Yang di terima dari kepolisian Polres Dumai tercatat,lima kali penangkapan narkoba dalam kurun waktu satu bulan ini kususnya di bulan mei, selain itu masyarakat di minta untuk mau berkerja sama dalam memberantas peredaran narkoba terutama di lingkungan masyarakat itu sendiri.

Tangkapan tersebut di lakukan pada tanggal Rabu (4/5), saja di lakukan dua kali penangkapan terhadap tersangka tersangka Fadli alias Untung (27), dengan BB tiga bungkuas Bungkusan kecil yang berisi daun kering yanmg di duga ganja di dalam bungkusan koran, pada jam 21.00 WIB, selain itu juga di lakukan penangkapan di hari yang sama sejam setelah penangkapan petama yakni sekira pukul 22.00 WIB, dengan tersangka, Hendri Alias Awi (44) bersama BB satu bungkus yang di duga narkoba yang di bungkus tanaman dan di bungkus dengan koran,dan lima paket yang di duga narkoba dalam bentuk tanaman.

Selain itu terjadi penangkapan dua kali pada senin (9/5) sekira pukul 19.00 WIB, dengan tersangka Andri Buana (29), nersama bb satu paket kecil di duga narkotika dalam bentuk sabu,dan penaangkapan terhadap tersangka Angga Erka Senda (34) bersama BB satu paket kecil narkotika berbentuk Ganja.

Dan penangkapan pada Rabu (18/5) Pihak Sat Narkoba Polres Dumai berhasil mengrebek lima orang pemuda yang sedang pesta sabu di rumah milik salah satu temannya bersamanya berhasil di amankan satu paket kecil di duga sabu.dan barang mereka lainnya.

Sementara itu kapolres Dumai, AKBP, Rudi Abdi Kasenda, Melalui Kasubag Humas ,AKP, Suwarji AK, kepada Vokal senin (23/5) Mengatakan” keberhasilan sat Narkoba ini patut di ancungi jempol dan ini salah satu upaya kita untuk meyakin kan ke masyarakat agar mau berkerja sama dengan pihak kepolisian terutama untuk memberantas peredaran narkoba terutama di lingkungan masyarakat.”pintanya.(egy)

Minggu, 22 Mei 2011

Terjangan Abrasi di Sungai Dumai Hingga 45 Meter

Foto: Sungai Dumai kian terlihat melebat akibat Terjangan abrasi
DUMAI (KRIMINAL) - Sungai Dumai yang membelah daratan di Kota Dumai, Riau, hingga menjadi dua bagian yakni Barat dan Timur saat ini terus melebar tergerus terjangan abrasi hebat hingga 45 meter, kata Ketua Pecinta Alam Bahari Dumai, Darwis Mhd Saleh, Minggu (22/5).

Hebatnya terjangan abrasi di Sungai Dumai disebabkan banyaknya sejumlah kapal besar berdaya angkut ratusan bahkan ribuan ton yang "merayap" masuk melintasi alur sungai Dumai, kata Darwis.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan. Bayangkan, sungai Dumai yang tadinya hanya selebar 10-15 meter, saat ini sudah mencapai 50-60 meter, akibat terjangan abrasi," kata dia.

Selain kapal besar, juga karena gerusan abrasi yang membuat minimnya tanaman bakau bersejarah yakni bakau belukap atau "riizophora mucronata" yang tadinya membudidaya di alur sungai Dumai.

"Kita sangat mengharapkan dukungan pemerintah setempat agar ada pembatasan terhadap kapal-kapal yang masuk dan beraktivitas di sungai Dumai. Karena jika secara terus-menerus kapal bermuatan diatas 100 ton melintasi sungai Dumai, maka tingkat gerusan akan semakin deras," jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Darwis, sudah barang tentu akan semakin menenggelamkan bakau belukap yang memiliki sejarah atau legenda "Putri Tujuh".

Legenda Putri Tujuh menurut cerita masyarakat setempat, merupakan legenda atau sejarah terbentuknya Kota Dumai.

Darwis mengungkapkan, saat ini di kota Dumai terdapat lebih sembilan pelabuhan yang masih aktif disinggahi oleh kapal-kapal besar pengangkut barang impor.

Menurut dia, sejumlah pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan tikus yang tidak memiliki izin operasi alias ilegal.

"Tapi entah apa sebab, pemerintah setempat seperti Dinas Perhubungan dan polisi tidak tahu menahu, mereka terkesan `tutup mata," ungkapnya.

Penelusuran Koresponden Kriminal di Dumai menyebutkan, saat ini di sepanjang alur Sungai Dumai tercatat ada sekitar sembilan pelabuhan tikus yang biasanya dimanfaatkan oleh sejumlah importir untuk menyelundupkan berbagai barang ke Indonesia.

Salah satunya, yakni Pelabuhan Sungai Beruang di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai. Kemudian Pelabuhan Sungai Kemeli dan Pelabuhan Arang di Kelurahan Mundam, yang juga di Kecamatan Medang Kampai.

Pelabuhan lainnya yakni Pelabuhan Tanjung Palas, Kelurahan Tanjung Palas dan Pokala di Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Barat.

Sementara empat pelabuhan tikus di sungai Dumai lainnya meliputi Pelabuhan TPI Lama, Petak Panjang, Sungai Dumai, Pelabuhan Nasir serta Pelabuhan Ayan, berada di Kecamatan Dumai Timur.

Sejumlah pelabuhan tikus tersebut dikabarkan mulai berdiri sejak belasan tahun silam dan hingga sekarang masih aktif dimanfaatkan sebagai jalur transit barang selundupan seperti pakaian bekas, elektronik bahkan minuman keras.

Kapal-kapal yang kerap menyusup singgah di sejumlah pelabuhan tikus ini juga memiliki daya angkut diatas 200 ton. Aktifitas mereka terus marak tanpa ada tindakan tegas pemerintah dan aparat kepolisian setempat.(egy/ant)

NII Diduga Pengaruhi Pelajar SMP dan SMA

DUMAI (KRIMINAL) - Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) diduga telah mempengaruhi sejumlah pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menegah atas (SMA) di Kota Dumai, Riau.

Kepala Kantor Kementerian Agama Dumai, Darawi, kepada Kriminal Minggu (22/5) mengatakan, dugaan masuknya doktrinisasi NII ke kalangan pelajar dini diketahui dari laporan beberapa yayasan dan lembaga pendidikan yang ada di sana.

"Walau semuanya belum terungkap atau terbukti secara jelas, namun ada baiknya kita waspada terhadap jaringan politik ini," katanya.

Sementara pada kesempatan terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Dumai, Roza`i Akbar menambahkan, gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan NII itu merupakan gerakan yang sesat karena mencampuradukkan agama dengan politik.

"Untuk itu, sebaiknya kalangan pelajar dini yang menjadi incaran komunitas NII ini, sebaiknya waspada dan terus menguatkan iman dan takwa agar terhindar dari doktrinisasi menyesatkan," jelasnya.

Selain itu, kata dia, para orang tua maupun guru pengajar di sekolah juga sebaiknya tidak henti mengawasi dan mengarahkan muridnya untuk waspada terhadap sejumlah orang, baik kerabat atau pun orang tak dikenal yang mencoba masuk ke dalam kepribadian.

"Hal ini karena saya dengar-dengar, ternyata mereka yang mengajak untuk masuk ke NII atau yang melakukan doktrinisasi merupakan dari kalangan terdekat korban," katanya.

Karena itu, menurut Roza`i, tidak ada salahnya para siswa pelajar dini baik yang setingkat SMP maupun SMA, mewaspadainya.

"Selain orang tua dan guru, sebaiknya juga pemerintah setempat segera mensosialisasikan waspada NII ke sejumlah kalangan masyarakat. Hal ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin," imbuhnya.(egy/ant)

Jembatan Roboh Takkunjung Di perbaiki

Foto: Kondisi Jembatan Yang Takkunjung Di Perbaiki Pemko Dumai
DUMAI (VOKAL) - Jembatan yang roboh akibat diterjang banjir saat hujan deras mengguyur kota Dumai sekitar 1 bulan yang lalu,yang bertempat di Kelurahan Bukit Datuk, hingga kini tidak kunjung diperbaiki.

Hingga kini Jembatan penghubung dua kelurahan yaitu kelurahan Bumi Ayu dan Kelurahan Bukit Datuk, yang roboh diterjang banjir akibat sungai tidak mampu menampung curuhan air hujan yang turun sangat deras sekitar sebulan yang lalu, belum ada perbaikan.

Padahal, saat kunjungan Wakil Walikota Dumai DR Agus Widayat dan Dinas PU Kota Dumai, pasca 2 hari robohnya jembatan, wakil walikota Dumai DR Agus Widayat mengatakan agar jembatan segera diperbaiki.

Namun sejak saat itu hingga sekarang, tidak satupun petugas dari pemerintahan Kota Dumai yang datang untuk survey dan melakukan perbaikan jembatan. Padahal jembatan tersebut adalah penghubung dua kelurahan yang notabene fungsi jembatan tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat.

Bagi warga di Kelurahan Bukit Datuk Lama, fungsi jembatan sangatlah penting. Siswa sekolah memanfaatkan jembatan tersebut untuk tiba ke sekolah, begitu juga pekerja dan pedagang yang selalu menggunakan jembatan sebagai akses tercepat ketujuan

Pantauan Vokal minggu (23/5) ,mendapati warga sangat mengeluhkan kondisi jembatan yang tidak kunjung diperbaiki. Warga berharap agar jembatan segera diperbaiki agar aktifitas warga menjadi lancar.

Zainal,  Ketua RT 01 Kelurahan Bukit Datuk kepada Vokal minggu (23/5) mengatakan,” Jembatan tersebut roboh ketika diterjang banjir saat hujan deras yang mengguyur kota Dumai. Selain derasnya arus sungai, rumput yang hanyut yang banyak berada ditengah sungai juga menjadi penyebab utama robohnya jembatan.”keluhnya.

menurut Zaenal, Dua hari setelah jembatan roboh, wakil walikota Agus Widayat, berkunjung untuk menyaksikan jembatan tersebut, dengan didampingi pihak dinas Pekerjaan Umum atau PU. Agus widayat mengatakan, agar segera dilakukan perbaikan jembatan, namun sampai saat ini tidak ada satupun petugas dari pemerintrahan kota Dumai yang datang untuk mensurvey dan melakukan perbaikan jembatan.”katanya kesal.(egy)