Kamis, 26 Mei 2011

Warga Guntung Usir Beko Devina

Foto: Warga Guntung Mengusir Alat Berat
DUMAI (VOKAL) - Kamis (26/5), puluhan warga Guntung, Medang Kampai, mengusir beberapa alat berat berupa Beko, milik Devina. Selain mengusir beberapa unit Beko tersebut, puluhan warga yang berada dilahan yang masih berstatus quo.

Sekitar tiga unit beko yang sudah berada di lahan perbatasan Dumai-Bengkalis tersebut, bukan hanya kali ini dilakukan oleh warga Guntung, tapi sudah berulang kali. Menurut informasi yang diperoleh Vokal, di tempat kejadian perkara (TKP), merupakan yang kesepuluh kali dilakuakn oleh warga.

Salah seorang warga Guntung, Abdul Muluk, saat dikonfirmasi Vokal, disela-sela mengusir beko bersama puluhan temannya, menyebutkan, pengusiran beberapa alat beko tersebut, karena mereka (Warga Guntung, red) kesal dengan pihak Levina selalu beraktifitas dilahan yang belum ada pemiliknya tersebut.

Bahkan, menurut Muluk, pihak Pemko pun pernah mengatakan untuk tidak menerbitkan surat tanah dilahan perbatasan tersebut, karena masalah lahan itu masih dalam tahap pembahasan di Provinsi, dan sebelum ditentukan tapal batas antara Dumai-Bengkalis.

"Tanah ini berada di wilayah Guntung dan belum ada yang memiliki surat tanahnya. Karena stastusnya masih belum jelas (quo, red). Lantaran, tapal batas Dumai-Bengkalis belum ditentukan,:" sebutnya.

Dari pantaun dilapangan, tanah yang seluas sekitar 70 hektar tersebut sudah ditanam bibit sawit oleh pihak Devina. Sementara, dilahan yang sama, Kamis (26/5), puluhan warga yang datang untuk mengusir alat berat milik Devina tersebut, juga menanam bibit pohon karet dan disana warga juga memasang papan yang bertuliskan "Lahan Milik Wrga Guntung".

"Kita telah sampaikan kepada pihak Devina, supaya jangan beraktifitas di lahan ini, sebelum permasalahannya diselesaikannoleh Pemko Dumai, karena tanah ini masih dalam tahap pembahasan di Provinsi," sebut Muluk yang diamini puluhan warga lainnya.

Namun, tambah Muluk, bila mereka ingin mengerjalan lahan yang belum jelas tersebut, tunjukan dulu surat kepemiliaknnya terlebih dahulu. "Ketika diminta sura kepemilikannya mereka tdiak bisa menunjukannya, maka dari itu untuk sementara kita mengharapkan pihak Devina untuk menahan diri melakukan kegiatan di lahan ini. Tapi, bila mereka memiliki surat tanahnya, silahkan mengerjakannya," tegas Muluk. (egy)

Lurah Kampung Baru Semakin galakkan Kamis Bersih

Foto: Ratusan Warga Antusias Ikuti Gotong Royong
DUMAI (VOKAL) - Sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah Kota Dumai dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat, program Kamis bersih oleh lurah Kampung Baru terus ditingkatkan dan digalakkan. Hal itu terlihat dilakukan oleh setiap Ketua Rukun Tetangga di wilayahnya masing-masing.

Seperti yang terlihat Kamis (26/5), pegawai dan unsur pimpinan serta kalangan ibu-ibu PKK dari setiap lingkungan Ketua Rukun Tetangga sedang bergotong royong untuk melakukan kegiatan perbersihan, ujar Sekretaris kelurahan Kampung Baru Dwi Darma Surya SH kepada Vokal di sela-sela gotong royong..

Begitu pula dengan staf kelurahan berbaur untuk melakukan kerja bakti membersihkan dan menata mulai dari kantor, posyandu masing-masing wilayah kerja.

Hanya saja, yang kerap dikeluhkan saat terjun langsung melakukan kegiatan bersih-bersih melalui Program Kamis Bersih adalah partisipasi warga yang memiliki aktifitas rutin sekaligus mereka rata-rata adalah kalangan petani sangat sulit berbagi waktu, ujarnya.

Menurutnya, warga Kampung baru masyarakat tertentu di suatu wilayah lingkungan Rukun Tetangga yang sudah memiliki kesadaran yang tinggi untuk ikut memikul tanggung jawab demi terciptanya Kampung Baru yang bersih dan hijau dengan berbagai aktifitas juga mereka lakukan saat pihak kelurahan terjun langsung ke wilayah.

Karena itu, diimbau kepada warga untuk senantiasa terlibat dan ikut memikul tanggung jawab tersebut. Apalagi, urusan bersih dan nyamannya kota berjuluk Kota Pengatin berseri ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung jawab seluruh warga masyarakat, ungkapnya.(egy)

Bulog Belum Lengkapi Seluruh Dokument Pengeluaran Beras

Foto: Ribuan Ton Beras Bulog Di sita BC Dumai
Beras Import Masih Di sita Petugas BC Dumai
DUMAI (VOKAL)
– sebanyak 14 ribu ton, Beras impor asal Thailand milik Badan Urusan Logistik (Bulog) , disita oleh pihak Bea dan Cukai Kota Dumai, Riau, karena belum di lengkapinya dokument lengkap untuk pengeluaran beras tersebut.

Juru Bicara Kantor Pelayanan dan Penindakan Bea Cukai (KPPBC) Madya Dumai, Yan Surya, kepada Vokal kamis (26/5), mengatakan, “ beras Bulod tersebut masih kami tahan karena belum di lengkapinya dokument untuk pencabutan segel kepada bea Cukai,namun untuk izin pengeluarannya telah di lengkapi, hanya tinggal izin pencabutan segel saja.”katanya.

Selain itu kata Yan Surya, hingga saat ini baru 4.690 ton beras yang telah di lengkapai dari total 14 ribu ton yang berada di bulog yang akan di keluarkan ke masyarakat. Dan hingga saat ini kami masih terus menunggu pihak bulog untuk melengkapi dokument resmi pengeluaran beras bulog tersebut,”kata Yan Surya.

Sebelumnya Kepala Sub Divre Bulog Dumai Marwansyah,kepada wartawan mengatakan, “beras yang disita pihak BC tersebut rencananya untuk menjaga kecukupan permintaan kebutuhan beras bagi masyarakat di tiga wilayah meliputi Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai. "Akibat dari penyitaan ini,kata Marwansyah, dikhawatirkan penyaluran mengalami kendala," ucapnya.

menurut Marwansyah,” stok Bulog masih aman hingga Agustus mendatang dan mencukupi kebutuhan penyaluran beras miskin bagi Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kota Dumai.terkecuali untuk dua wilayah lainnya seperti Rokan Hilir dan Bengkalis menurutnya masih kurang.(egy)

LSM IMD Tuntut Walikota Dumai

Foto: Direktur Esekitif LSM IMD,R Adnan
Perihal Gugatan Perbuatan Melawan Hukum
DUMAI (VOKAL)
– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Monitoring Development (IMD) kamis siang mendatangi Pengadilan Negri (PN) Dumai untuk mengajukan gugatan terhadap walikota Dumai ,selaku kepala daerah kota Dumai atau sebagai pejabat Publik, yang di nilai telah malakukan perbuatan melawan Hukum.

Gugatan tersebut di layangkan dengan berdasarkan 6 poin yang dinilai telah melawan hukum. diantaranya Belum terselesaikannya proyek pengerjaan Air Bersih,yang mana kontraknya telah di lakukan pada 20 oktober 2007 sampai dengan 20 oktober 2010, senilai Rp. 233 Milyar yaitu dari kerjasama pemerintah kota Dumai dengan pihak konsersium, PT. Nindiya karya (Persero), PT . Waskita Karya (perserro), PT Adi karya (persero).

Selain itu gugatan itu di lakukan karena sebelumnya pihak LSM IMD telah menyurati Walikota selaku pemerintah Kota Dumai, dengan nomor: 28/ IMD/ III/ 2011, pada tanggal 23 maret 2011,dan setelah itu di layangkan kembali surat, pada tanggal 7 April 2011 dengan nomor:69/ IMD/ IV/ 2011.

Direktur Esekitif LSM IMD,R Adnan, kepada wartawan, mengatakan,”Karena surat pertama dan surat kedua tidak ada juga di jawab , maka kata Adnan, sesuai dengan Undang – Undang, nomor 14 tahun 2008 pasal 4 ayat (4) yang menyatakan, setiap pemohon informasi publik berhak mengajukan gugatan ke pengadilan apabila dalam memperoleh informasi publik mendapat hambatan, atau kegagalan sesuai dengan ketentuan UU ini makanya kami melayangkan gugatan,”katanya.

Menurut Adnan,”bahwa akibat perbuatan tergugat tidak memberikan jawaban surat dari penggugat, maka kami LSM IMD tidak dapat membuat kajian pedalaman permasalahan Proyek Air Bersih di kota Dumai, dimana kajian serta pedalaman materi pekerjaan tersebut kami lakukan penelitian guna menentukan akar permasalahan yang terjadi serta akan mencari Win-Win solution permasalahan tersebut dengan harapan hasil pekerjaan tersebut dapat di nikmati oleh seluruh lapisan masyarakatkota Dumai, serta mencegah terjadinya kerugian negara,”ujar Adnan.

Dalam surat gugatan LSM IMD tertulis bahwa penggugat menginginkan tergugat untuk memberikan copy kontrak multiyeras serta copy perda multiyeras pekerjaan proyek Sarana Air bersih tahun 2007 sampai dengan 2010 senilai Rp. 233 Milyar Rupiah kepada Penggugat, untuk bahan melakukan kajian dan penelitian sesuai dengan tupoksi LSM IMD.

Selain itu Adnan juga meminta tergugat untuk memberikan jawaban tertulis mengapa pemerintah kota Dumai tidak konsisten dengan kontrak (HUKUM) terbukti tidak memperlakukan denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, tidak membecklhis perusahaan tersebut yang tidak mampu melaksanakan pekerjaan sebagai mana waktu pelaksanaan dalam kontrak.(egy)

Rabu, 25 Mei 2011

Kondom Tidak 100% Menjamin Tidak Tertular HIV / AIDS

Foto: Kondom Dengan Berbagai Merk Yang Di jual Di Pasaran
Karena Produk Kontrasepsi tersebut juga Buatan Manusia
DUMAI (VOKAL)
- Pola hidup sehat dan menghindari perzinaan dinilai lebih efektif mencegah penyebaran virus HIV/AIDS ketimbang membagikan kondom gratis kepada masyarakat.”Efektivitas kondom untuk KB saja tidak 100 persen aman atau tingkat kegagalan 20 persen.

Apalagi untuk mencegah virus HIV,” ujar Ketua Bidang KB BKKBN kota Dumai , Misnaini.kepada Vokal rabu (25/5), Selain itu, menurut Misnaini, kondom yang dijual di ATM, kios pinggir jalan, dan apotek juga tidak menjamin karena jika terkena sinar matahari atau dapat menurunkan kualitas.”katanya.

Menurut Misnaini,” Banyak pihak mengatakan bahwa kondom dapat mencegah penularan HIV / AIDS. Karena dengan anggapan tersebut, mereka menyarankan untuk memakai kondom bagi orang-orang yang suka “jajan”. Menggunakan kondom dianggap melakukan sex yang aman. Padahal pemakaian kondom bukanlah pemecahan masalah penularan HIV / AIDS.

Misnaini menambahkan,” penggunaan kondom tidak menjamin 100% aman dari penularan HIV / AIDS. Kondom hanya dapat mengurangi risiko penularan HIV ,Dari hasil penelitian ternyata tingkat keamanan kondom hanya berkisar 70 – 74%. Ini berarti 30 % pengguna kondom berisiko tertular HIV.”terangnya.

Mengapa pengguna kondom masih dapat tertular HIV, kata Misnaini, kondom dibuat dari bahan latek yang bisa meregang pada saat digunakan.Pada saat meregang, maka terjadi perubahan pori-pori dari kondom sehingga bertambah besar. Ukuran pori-pori kondom saat meregang adalah 1/60 mikron. Virus HIV mempunyai ukuran 1 / 250 mikron sehingga lebih kecil dari pori-pori kondom dan dapat melewati kondom.”jelasnya.

Oleh karena itulah penggunaan kondom tidak dapat mencegah HIV /AIDS. Dengan cara mengubah prilaku yang sehat dan agamis serta setia pada pasangannya, kita dapat mencegah HIV / AIDS.”tutur Misnaini.(egy)

Polisi Terus Menyelidiki Kasus Bank Mandiri

Foto: Polresta Kota Dumai - Riau 2011
Telah Dilakukan Klarifikasi Bersama Pihak Perbankan
DUMAI (VOKAL)
- Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan dalam pengusutan kasus pembobolan rekening tabungan milik Ahmad Tohar Rusman, nasabah Bank Mandiri Cabang Sultan Syarif Kasim Kota Dumai, Riau.dan pihak kepolisian juga telah melakukan klarifikasi kepada pihak perbankan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dumai, Ajun Komisaris Polisi Devy Firmansyah. "Kita masih terus menelusuri kasus ini. Salah satu tahapannya yakni kita akan melakukan klarifikasi kepada pihak perbankan,," katanya.

Kasat menambahkan,”dalam kasus ini kita akan bekerja secara maksimal, sehingga kita bisa menyelesaikan kasus ini secara tuntas dalam waktu dekat,”harapnya.

Dikesempatan terpisah, Kepala Bank Mandiri Cabang Sultan Syarif Kasim, Yedi Mulyadi,kepada wartawan menguraikan, "Kita mengetahui Bank Mandiri dilaporkan dari media cetak dan elektronik dan bukan dari pihak kepolisian atau nasabah terkait," katanya.

Meskipun demikian, kata Yedi, pihak tetap berinisiatif untuk mendatangkan pihak auditor untuk mengaudit internal Bank Mandiri Cabang Sultan Syarif Kasim."Kita perkirakan, akhir pekan ini hasil audit sudah didapat, dan kita siap apabila pihak kepolisian memintanya sebagai barang bukti," imbuhnya.(egy)

Warga Sei Sembilan Antusias Ikuti KB KES

Foto: Penyuluhan KB Kes Oleh BKKBN 
Data PPM Warga Melebihi Target hingga 261
DUMAI (VOKAL)
- Tak sia-sia upaya pembinaan PKK KB-KES yang dilakukan di kota selama ini.terbukti Ratusan Warga mengikuti penyuluhan PKK- KB yang di selenggarakan di kelurahan Sungai Sembilan,rabu (25/5) pagi.

Dari hasil penyuluhan tersebut mendapati puluhan warga lebih menyukai pemasangan KB dengan menggunakan Implan (pemasangan susuk) selain itu kebanyakan warga di kota Dumai saat ini juga lebih menyukai pemasangan KB dengan menggunakan Implan di banding yang lain.”kata Kabid KB-BKKBN,Misnaini kepada Vokal Rabu (25/5) usai melakukan penyuluhan di kelurahan Sungai sembilan.

Menurut Misnaini,”warga Sungai Sembilan sangat Antusias untuk mengikuti PKK-KB ini dari data puskesmas setempat kita dapati 261 warga yang mengikuti Program Penyuluhan Masyarakat(PPM), dan hal itu sudah melebihi target untuk tiap kelurahan .”katanya.

Selain itu kata Misnaini,” penyuluhan tidak hanya kita lakukan di kalangan masyarakat saja kita juga lakukan di khalangan pelajar dan di tiap-tiap sekolah juga telah kita adakan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) di dalam setiap organisasi di sekolah seperti PIK Pramuka dan di organisasi sekolah (Osis) guna mengantisipasi terjadinya pernikahan dini.”terangnya.

Misi kita untuk mengkat terjadinya pernikahan dini kata misnaini, guna mengurangi pertumbuhan penduduk yang semakin melonjak tinggi sementara perekonomian di wilayah kita masih tergolong sangat sulit.

“Setiap satu bulan sekali kita akan lakukan penyuluhan di setiap sekolah melalui PIK di tiap-tiap sekolah.”katanya.

Terutama dengan program KB sangat erat kaitannya dengan masa depan mereka. Dimana para siswa tersebut akan mengetahui dan memahami bahwa pentingnya program KB dalam membentuk keluarga kecil yang berkualitas.

Selain, juga akan diberikan pengetahuan tentang pentingnya mengetahui kesehatan reproduksi remaja dan usia subur ataupun masa usia subur bagi remaja. Terlebih untuk menghindarkan para remaja tersebut untuk terlibat masalah hubungan sek atau pergaulan bebas yang akan berimbas pada kesehatan reproduksi remaja.

“Harapan kita kedepan semua pihak harus saling bersinergis untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Karena program KB ini tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan semua lapisan masyarkat, terutama dukungan seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) di daerah,” harap Misnaini.(egy)