Berita Kriminal,di rangkum oleh seorang wartawan yang tengah bekerja di salah satu media di kota Dumai,Vokal salah satu media di Riau Yang Tengah di minati oleh masyarakat kota,hingga saat ini penulis masih berakar di media Vokal Tersebut.
Senin, 27 Juni 2011
Defi Ander : Aku Tak Balek Malam Ini"
>> Menitipkan Kaset Rekaman lagu terakhir Kepada Kakak
DUMAI (VOKAL) – Kematian tragis seorang loper koran harian pagi Vokal dengan 25 tikaman yang menghujani tubuhnya, meninggal kan segudang kenangan yang sulit dilupakan oleh keluarga yang di tinggal kan.
Sebelum kepergiannya Defi Ander (21) korban pembunuhan sempat menitipkan rekaman lagu terangkhirnya kepada sang kakak Leni, yang di muat di dalam satu kaset yang berisikan banyak lagi yang diciptakan oleh Defi sendiri.
Selain itu Defi juga pernah mengutarakan di malam sebelum kepergiannya bahwa dirinya tidak akan pulang lagi karena dia akan menginap di daerh Purnama kata terakhir Defi kepada sang Ibu kandungnya Hartini (42).
Hartini (42) ibu Defi kepada Vokal senin (27/6) menuturkan,”Kami tidak terima dengan kepergian anak kami ini karena anak kami ni anak yang baik, padahal dia tidak pernah punya musuh dan dia selalu baik dalam bergaul, tetapi kenapa Anak jahanam (tersangka…red) itu tega membunuh Anak saya,” tutur Hartini sembari terisak-isak menahan tangis saat berdiri di dekat sepeda motor anaknya yang masih di jadikan barang Bukti oleh pihak kepolisian.
Hartini dalam kesedihanya menambahkan,” padahal kami sekeluarga kenal sama tersangka soalnya dua bulan yang Anto (tersangka …red) sempat mendatangi anak saya ke rumah untuk minta di ajarkan main gitar, tetapi kenapa dia tega membunuh anak kesayangan saya ini, dan saya minta kepada pihak kepolisian agar pelaku nya juga di hukum mati saja,”kata hartini.
Selain di kenal anak yang baik Defi dimata temannya juga terkenal sebagi anak yang periang yang penuh kreasi yang sangat pandai memainkan gitar, sehingga Defi sering terpanggil untuk mengisi acara di hotel-hotel maupun di ivent-ivent tertentu.
Andi salah seorang temanya menuturkan,”korban sangat pandai main gitar dan kami kalau m,ain band jika dia tidak datang kami tidak jadi main, karena dia harapan kami yang paling pandai di antara kami dalam main musik,”tutur Teman Defi.(egy)
PT SGP di Indikasi lakukan Ilegal Loging
>> Ekspor Kayu Mentah Keluar Negri
DUMAI (VOKAL) – Kehadiran Harimau hingga ke pemukiman warga Dusun Geniot, kelurahan Besilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, di indikasi akibat terjadinya penebangan illegal yang di lakukan oleh PT SUTARA GAJA PATIH (PT - SGP), yang mengakibatkan hutan yang menjadi wilayah Habitat harimau sumatra tersebut Gundul.
Selain itu banyknya bekas pembakaran Hutan yang sudah gundul diduga menjadi pemicu ngamuknya para habitat Harimau Sumatra tersebut, sehingga berani menampakkan diri ke pada warga Dusun Geniot dan sekitarnya.
Ilegal loging yang di lakukan PT SGP tersebut di indikasi memasok kayu mentah hasil balakan yang di ambil dari hutan lokal untuk di exspor ke luar negri, munculnya indikasi tersebut di karenakan terdapat kanal yang panjang serta mengarah ke arus Sungai yang kemuadian tembus ke laut.
Dugaan jika tidak terdapat kanal yang panjang hingga puluhan kilo meter tersebut dengan lebar sepuluh meter itu maka bisa di akui expor kayu untuk lokal namun dengan adanya kanal panjang di bagian penebangan hutan tersebut menimbulkan indikasi terjadinya ilegall loging yang mengexpor kayu mentah ke luar negri.
Selain Aktifitas yang terdapat di PT SGP tepatnya di tengah hutan di basilam baru dekat kawasan Dusun Geniot, juga di temukan pemukiman pegawai PT SGP yang juga mengolah kayu untuk pemukiman warga.
Menurut pantauan Vokal di Kelurahan Basilam Baru, tepatnya di kawasan Dusun Geniot, menemukan banyak titik lokasi hutan yang gundul akibat penebangan, dan pembakaran hutan secara brutal. Tanpa memandang habitat yang ada di dalamnya.
Kepala Bidang Kehutanan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Dumai, Hadiono, saat di konfirmasi melalui telephone kepada Vokal senin mengakui atas Izin yang di miliki oleh PT SGP untuk kawasan penebangan hutan, namun untuk indikasi pengexporan kayu mentah tersebut, juga di terangkan Hadiono dilarang oleh Undang-Undang Perizinan.
“PT SGP memang sudah mengantongi Izin untuk melakukan penebangan hutan di kelurahan Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan tersebut, namun untuk indikasi pengexsporan kayu mentah keluar negri tersebut kita belum mendapat informasi untuk itu dan memang benar hal itu sangat di larang dan tidak ada dalam undang-undang perizinan.”kata Hadiono.
Saat ini dari pantauan Vokal di lokasi aktifitas pembalakan PT SGP terdapat puluhan Unit Alat Berat Jenis Sproket, dan Puluhan Unit Mobil Fuso untuk pengangkut balak Ke tepi laut, serta di temukan beberapa wilayah yang terbakar dan gundul akibat penebangan oleh PT SGP.(egy)
Polres Dumai gelar Perkara Pengungkapan kasus rampok
>> Mengungkap Curas kurang Dari Dua Jam Waktu Death Line
DUMAI (VOKAL) – Bersamaan dengan Hut Bhayangkara pihak Polres Dumai mendapat kado yang sangat istimewa, dengan menunjukkan perestasi dalam mengunkap kasus perampokan yang terjadi pada rabu (15/6) kemarin di Jalan Jeruk. Yang mana tersangka di ketahui berjumlah empat orang dengan berhasil membawa uang tunai sebanyak 195 juta rupiah dari tangan korban Selamat (32) yang baru saja mencairkan uang perusahaan dari bank BCA cabang Dumai.
Namun hanya butuh waktu 7 hari pihak kepolisian berhasil menagkap tiga dari empat tersangka yang sempat menjadi buronan polisi, tiga dari empat tersangka rampok bersenpi tersebut dua di antaranya warga kota Dumai yang bekerja sama dengan temanya dari Aek Nabara, Sumatra Utara.
Dalam kinerja kepolisian guna mengungkap kasus perampokan tersebut berawal dari Perintah Kapolres Dumai untuk membentuk tim sus yang terdiri dari Reskrim dan Intel, yang berjumlah 19 orang atas surat perintah kapolres Dumai nomor SPRIN/ 257 / VI / 2011 tanggal 15 juni 2011.
Atas surat perintah tersebut dengan dasar Laporan Polisi : LP / 136/ VI / 2011/ reskrim Dumai, 15 juni 2011, pukul 15.00 WIB. Tentang pencurian dengan kekerasan, terhadap korban Selamat (LK), (32), warga Jalan Belimbing, gang Jambu, Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Barat..
Yang di rampok di Jalan Jeruk, tepatnya di bengkel Simas, Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Barat, yang berhasil menggondol uang tunai sebanyak 195.000.000 Rupiah.
Kapolres AKBP Rudi Abdi Kasenda, kepada Wartawan mengutarakan kronologis Penangkapan terhadap ketiga tersangka Rampok, tutur kapolres. Khamis 23 Juni 2011, bertempat di Pajak Horas Pematang Siantar, Sumatra Utara (Sumut) telah di tangkap tersangka atas nama CH (33), warga Jalan Tongkol nomor 33, kelurahan Pardomoan, Kecamatan Siantar Timur, kota Madya Pematang Siantar Sumatra Utara. Saat penangkapan tersangka sedang duduk di kedai kopi Horas Pematang Siantar, yang mana tersangka dalam aksinya bertugas sebagai pengendara sepeda motor roda Dua RX KING dengan nomor Polisi: BK 6666 RI, yang menggonceng Tersangka (TSK) yang bernama (R) yang saat ini masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Adapun barang bukti yang berhasil di sita dari tangan tersangka CH adalah : satu pucuk senjata api jenis FN BARETTA berwarna Hitam dengan satu buah MEGAZINE yang berisi dua buah peluru karet menurut keterangan CH senjata tersebut di beli dari temannya yang berdomisili di Aceh Sumut.
Dan kemudian pada hari jum’at 24 Juni 2011, sekira pukul 13.00 berdasarkan perkembangan penangkapan, terhadap TSK (CH) kemidian di lakukan penangkapan terhadap TSK (RZ), (31) warga Jalan Dock Yard gang Duri Nomor : 26 A Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Barat.dasn tersangka saat di tangkap sedang dalam posisi tidur di rumahnya.
Adapun peran tersangka (RZ) adalah selaku orang yang memberikan gambaran, atau target yang akan di rampok dan sekaligus sebagai pengendara sepeda motor Roda dua merek Revo warna merah pada saat tersangka T (DPO) saat melakukan aksinya. Dan tersangka (RZ) mendapat bagian dari hasil rampok sebanyak Rp. 28.000.000 Rupiah.
Serta dari tersangka RZ berhasil di peroleh barang Bukti (BB) uang tunai sebesar RP. 15.000.000 rupiah dan satu unit HP Nexian G 381i warna merah hitam serta, satu Unit sepeda motor RX KING warna hitam dengan nomor Polisi: BK 6666 RI.
Dan di hari yang sama tepatnya Jum’at sekira pukul 13.30 setelah di lakukan penangkapan terhadap tersangka RZ Timsus kembali melakukan penangkapan terhadap tersangka DR, (41) Jalan Soekarno Hatta, gang Tunas Muda kelurahan Bagan besar kecamatan Bukit Kapur Dumai.
Dan DR dalam aksi perampokan berperan sebagai penyedia sepeda motor roda dua merek HONDA REVO dan tersangka DR mendapat bagian sebesar Rp. 7.500.000 Rupiah.dan tersangka DR tidak ikut dalam aksi perampokan.
Adapun barang bukti yang berhasil di sita pihak kepolisian dari tangan DR adalah satu unit Sepeda Motor Curian merek Revo warna Hitam Merah dengan Nomor Polisi BM 3543 RO, satu Unit hand Phone SONY ERICSON tipe K 700i, warna coklat, uang tunai sebesar RP. 2.000.000 rupiah, satu unit Mobil Avanza warna Biru, dengan nomor polisi BM 1786 NI.
Menurut Kapolres AKBP RA Kasenda, dari penangkapan ketiga tersangka CH, RZ, dan DR ini pihak kepolisian akan terus kembvangkan dalam penyelidikan untuk mengetahui apakah ada tersangka lain selain meraka bertiga,”untuk indikasi sementara tersangka ada tiga orang dan saat ini masih terus kita kembangkan dalam penyidikan untuk mendapat keterangan lebih lanjut,” tutur Kapolres.
Kapolres menambahkan,”ini merupakan kado yang sangat membanggakan apa lagi pihak kepolisian Resort Dumai telah di beri waktu 7 hari dalam mengungkap kasusu penangkapan tersebut, dan dalam penangkapan pihak kepolisian berhasil mengungkap pelaku rampok kurang dari 2 jam atas waktu yang telah di berikan pihak kepolisian daerah Riau kepada kapolres Dumai.”ujar kapolres.(egy)
Lahan PT Pertamina Terbakar Ditengah Kota
>> Belum Ada Upaya Pemadaman Dari Pihak Berwenang
DUMAI (VOKAL) – Setiap kendaraan yang melintas di jalan Purnama, harus menghidupkan lampu jauh di siang hari akibat kabut asap yang di peroleh dari pembakaran lahan PT Pertamina yang hangus terbakar.
Semak belukar yang tumbuh di atas lahan milik PT Pertamina Renifery Unit II di Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Terbakar kurang lebih dari tiga hektare lebih, di duga kebakaran tersebut di sengaja oleh oknum yang ingin membuka lahan untuk perkebunan.
menurut pantauan Vokal saat melintasi lokasi kebakaran, senin (27/6) terlihat kobaran api di atas lahan seluas puluhan hektare tersebut terus meluas sehubungan cuaca cukup panas disertai tiupan angin yang kencang. namun sejauh ini belum terlihat ada tindakan dan upaya pemadaman, baik dari instansi pemerintah maupun pihak Pertamina atas peristiwa yang menyebabkan sebagian wilayah di Kelurahan Purnama terselimuti kabut asap tebal itu.
Kepala Bidang Kehutanan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Dumai, Hadiono, saat di konfirmasi melalui telephone kepada Vokal senin mengaku belum mendapat informasi tentang terbakarnya lahan perusahaan berbadan usaha milik negara itu. "Jika demikian, kami akan koordinasikan masalah ini ke pihak pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat," katanya.
Hadiono menjelaskan, penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan selama ini memang selalu diserahkan kepada pihak pemerintahan di kelurahan dan kecamatan,"Namun apabila tidak teratasi akibat kebakaran cukup luas atau karena lokasinya yang cukup sulit dijangkau, baru kami turun tangan," ujarnya.
Kasus kebakaran lahan milik PT Pertamina di Dumai, menurut Hadiono sudah berulang kali terjadi."Namun hal itu bukan disengaja, melainkan suatu musibah" kata
Hadiono.
Namun dari keterangan beberapa warga yang lewat mereka mengaku terganggu dengan asap tebal yang menyelimuti badan jalan sehingga mangganggu pandangan bagi pengendara di jalan raya Purnama tersebut.(egy)
Minggu, 26 Juni 2011
Polres Dumai Ringkus Pelaku Rampok
>> Satu Orang Pelaku masih Buron
DUMAI (VOKAL) – Kembali Kepolisian Resort (POLRES) Dumai berhasil mengungkap kasus besar yakni perampokan yang berhasil membawa kabur uang tunai senilai 195 Juta Rupiah yang terjadi di kota Dumai beberapa waktu lalu.
Prestasi ini adalah yang kedua kalinya setelah kemarin pihak kepolisian berhasil membekuk sidikat pelaku perampokan yang sekaligus pelaku pembunuhan dalam kurun waktu hanya beberapa hari.
Kini berselang satu minggu pasca peristiwa perampokan bersenpi yang terjadi di Jalan Sukajadi, jalan Jeruk, kota Dumai rabu (15/6) lalu. Dalam peristiwa tersebut pelaku perampokan berhasil membawa kabur uang tunai 195 juta Rupiah yang baru saja di ambil korban Selamat (42) dari bank BCA cabang kota Dumai.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kota Dumai, AKBP Rudi Abdi Kasenda kini bisa bernafas lega. Betapa tidak, instruksi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen (Pol) Suedi Husien untuk menangkap pelaku perampokan bersenjata api (api) di Jalan Jeruk, dalam waktu tujuh hari sejak hari kejadian (15/6) lalu, mampu dipenuhi.
“Semula perasaan saya sempat gundah gulana mendapat instruksi dari Bapak Kapolda. Tetapi dua jam sebelum target waktu yang ditetapkan selama tujuh hari tersebut, pelaku dapat kita tangkap. Perasaan saya yang sempat kacau akhirnya menjadi tenang,” katanya kepada riauterkini di sela-sela acara sepeda santai sempena Hut Bhayangkara ke 65 di Mapolres Kota Dumai, Ahad pagi (26/6).
Dikatakan Rudi Abdi Kasenda, keberhasilan pihaknya menangkap pelaku kawanan rampok itu berkat kerjasama tim yang baik. Dari empat tersangka yang melakukan perampokan terhadap korban Slamet dan berhasil menggondol uang tunai Rp. 195 juta itu, tiga di antaranya berhasil dibekuk tim Polres Dumai.
“Dua orang pelaku kita tangkap di Dumai. Satu lagi di Pematang Siantar, Sumatera Utara dan saat ini sedang menuju ke Dumai. Tetapi kita belum bisa memberikan nama maupun inisial para tersangka, karena kita sedang melakukan pengejaran terhadap tersangka lain,” kata Kapolres seraya meminta pengertian wartawan yang menanyakan kasus itu.
“Hingga kini Pelaku masih dalam perjalanan menuju kota Dumai untuk di mintai keterangan yang di perkirakan akan sampai pada senin (27/6) pagi, dari pelaku yang berhasil kita ringkus kita akan kembangkan kasusu ini guna mengetahui pelaku lain yang berjumlah sebanyak empat orang saat melakukan aksinya,”tutur Kapolres.(egy)
Jalan Menuju Desa Geniot Bak kubangan Kerbau
>> Perlu Perbaikan sarana Moral dan Pendidikan
DUMAI (VOKAL) – Butuh Tekad yang kuat dan Keberanian yang besar untuk menuju sebuah desa terpencil yang sangat jauh dari pada wilayah kota, yang mana kondisi masyarakat nya saat ini sedang di selimuti ketakutan akibat selalu di datangi oleh binatang yang di sebut penduduk desa dengan Tuk Belang (Harimau...red), yang mana daerah tersebut terletak tepat di ujung kelurahan Basilam baru, kecamatan Sungai Sembilan, RT 014, RT 015, RT 016 Desa Genoit, Dumai Riau.
Untuk menempuh ke daerah terpencil itu para penduduk sekitar hanya dapat melaluinya dengan satu jalan Poros, selain menggunakan jalan poros tersebut, hanya bisa di lalui dengan menggunakan Kapal Boat para nelayan.
Namun satu-satunya jalan poros yang sangat dibutuh kan itu menurut pengakuan masyarakat pribumi yang sudah bertahun-tahun menetap di wilayah desa Genoit yang terpencil itu, dari awal dibukanya jalan untuk masyarakat sejak tahun 1990 hingga tahun 2011 seperti ini belum pernah tersentuh oleh dana anggaran pembangunan daerah (APBD), tidak heran sampai saat ini kondisi jalan masih seperti kubangan kerbau, yang terdiri dari seratus persen lumpur yang penuh lubang serta digenangi air.
“sejak awal dibukanya jalan poros untuk menuju desa ini, hingga kami belum pernah merasakan uang pemerintah yang di peruntukkan bagi perbaikan jalan,sedangkan masyarakat di sekitar ini sudah tergolong banyak sekitar ratusan Kepala Keluarga (KK), dan yang namanya jalan itu dimanapun sangat di butuhkan oleh masyarakat sekitarnya, karena 40 % sumber kehidupan kami bisa berjalan oleh bagus tidaknya infrastruktur jalan ini, dan bukan kubangan kerbau.” tutur Prayetno (64) salah seorang tokoh masyarakat yang menetap di desa Geniot tersebut kepada Vokal jumat (24/6) yang juga mengaku menempati wilayah tersebut dari tahun 1994 hingga tahun 2011 ini.
Selain infrasturktur jalan, kata Prayetno, di wilayah ini juga sudah sangat lama membutuhkan berbagai sarana dan prasarana yang menyangkut kesehatan dan moral pendidikan bagi anak mereka yang masih usia dini.
Dari sarana kesehatan pihak pemerintah telah menyediakan Puskesdes (Pusat Kesehatan Desa) namun pengakuan dari sebagian besar penduduk desa Geniot, bahwa kantor Puskesdes di wilayah meraka itu sering tertutup akibat bidan atau dokternya sedang tidak di tempat. Oleh karena sering di tutupnya kantor Puskesdes itu masyarakat yang mempunyai bayi tidak pernah di Imunisasi dan yang sakit sangat sulit mendapat perawatan medis dengan segera.
Selain perbaikan menagement poskesdes warga juga meminta pihak pemerintah daerah agar mau membangun sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTS) serta juga membangun Sekolah menegah Atas (SMA) atau Sekolah menengah Kejuruan (SMK), karena dilihat semakin meningkatnya perkembangan penduduk di wilayah desa Geniot, semakin membengkak.
Hingga saat ini sarana pendidikan yang ada di wilayah desa Geniot tersebut hanya tingkat Sekolah Dasar (SD) dan untuk sarana Sekolah SD nya juga Sangat tidak layak bagi para siswa dalam proses belajar dan mengajar.
Rusman (32) salah seorang warga Desa Geniot, kepada Vokal jumat (24/6) juga kembali menyebutkat, bahwa untuk sarana Moral pendidikan kami sangat berharap kepada pihak pemerintah yang terlibat, untuk dapat dengan segera meningkatkan mutu pendidikan khususnya di wilayah desa yang tengah di mangsa Tok Belang tersebut, karena penduduk mengakui dalam kurun waktu berapa tahun ini jumlah penduduk di Dumai ini semakin bertambah.(egy)
Kapolda Tersungkur di Track Motor Cross
>> Kapolda Riau, Wako dan Ketua DPRD Dumai, Adunyali
DUMAI (VOKAL) – Kembali Kapolda Riau menggelar acara Motor Cross yang di selenggarakan di kota Dumai, Jalan Lintas Bukit Jin, tepatnya di Sirkuit Motor Cross Bunga Tujuh, kota Dumai Riau.
Dalam rangka memeriah Hut Bhayangkara jajaran Muspida Dumai berserta Kapolda Riau melakukan uji coba, hanya saja saat star kapolda terkelincir dari sepeda motor saat melakukan balapan dengan unsur Muspida Kota Dumai pada pembukaan Sabtu (25/6).
Dalam tournament guna merayakan hari Hut Bhayangkara, guna menyalurkan bakat Anak bangsa yang tak tersalurkan, acara tersebut di gelar juga agar para remaja yang benyali besar agar tidaqk sia-sia menyalurkan bakat mereka di jalanan yang penuh resiko.
Kejadian terkelincirnya Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein saat mengendari sepedamotor Special Enggine saat melakukan balapan dengan Walikota Dumai H Khairul Anwar SH, Wakil Walikota Dumai Agus widayat serta unsure Muspida Kota Dumai yang disaksikan Ibu Bhayangkari Riau Ani Suedi Husein, Brigjen Pol Suedi Husein saat melakukan aksi jemping di salah satu tanjakan yang dibuat oleh panitia Kejurda Motorcross & Grasstrack Bhayangkara Cup 2011 di sircuit permanent Bunga Tujuh Kecamatan Dumai Timur.
Dalam lap ke dua di Lending Up pertama kapolda terpental hingga berguling-guling turun lending, namun hal tersebut tak membuat semangat dan nyali para pemimpin itu kecut usai terguling di lending Up setinggi 5 Meter, kapolda kembali bangun dan kembali menunggangi sepeda motor Cross yang juga turut terguling di sirkuit.
Suedi Gusein yang saat itu kehilangan kendali dalam mengendari sepeda motor tersebut sehingga terpental dari sepeda motor ,sehingga Kapolda terguling kelintasan yang akan dilalui unsur Muspida lainnya.
Dalam pertandingan antar pemimpin Daerah tersebut, di menangi oleh Walikota Dumai yang berada di urutan pertama dan kemudian di ikuti oleh Zaenal Efendi, serta di susul oleh kapolda Riau.
Kapolda Riau, Brigadir Jendral Husaedi Husein, kepada Wartawan usai bertarung, menuturkan,”saya tadi sempat terjatuh karena sudah lama tidak latihan, dan kondisi badan juga sudah tidak muda lagi.”pungkasnya sembari tertawa.
Dalam kompetisi tersebut di penuhi undangan oleh Putri Dumai, dan Runer Up Putri Dumai, serta beberapa kepala dan pemimpin Perusahaan yang terdapat di kota Dumai di antaranya, Kapolres Dumai AKBP Rudi Abdi Kasenda, Kepala Polisi Pamong Praja, Amril, dan kepala pemimpin daerah lainnya.
Tournamen tersebut baru dilakukan pencarian pemenang guna mengikuti sesi final pada keesokan harinya.(egy)
Langganan:
Postingan (Atom)